Menelusuri Sejarah Masjid Gedhe Kauman Yogyakarta

313
BERBAGI
Menelusuri Sejarah Masjid Gedhe Kauman Yogyakarta
10 (100%) 4 votes

masjid-gedhe-kauma
Masjid Gedhe Kauma

Masjid Gedhe Kauman memiliki sejarah yang tidak bisa dilepaskan dari Kasultanan Kraton Yogyakarta yang merupakan kerajaan Islam dalam perundingan Giyanti pada tahun 1755. Berdirinya Masjid Gedhe Kauman ini setelah 18 tahun dibutnya perjanjian Giyanti.

Masjid Gedhe Kauman memiliki keistimewaan yaitu satu-satunya masjid raya yang ada di Indonesia yang berumur lebih dari 200 tahun dan menyimpan banyak sejarah ang ada di dalamnya. Arsitektur bangunan yang kental dengan nuansa kraton menjadi salah satu daya tarik tersendiri untuk dijadikan sebagai obyek wisata sejarah bagi wisatawan lokal maupun asing.

Baca Juga : Masjid Kampus UGM, Masjid Kampus Terbesar di Asia Tenggara

Masjid Gedhe Kauman ini terletak tidak jauh dari Kraton Yogyakarta atau lebih tepatnya disamping alun-alun utara sebelah barat yang beralamat di Kampung Kauman, Kelurahan Ngupasan, Kecamatan Gondomanan, Kota Yogyakarta.

Jika di lihat dari bagian atap masjid, terliahat bahwa atapnya menggunakan sistem atap tumpang tiga dengan mustaka yang mengilustrasikan daun kluwih dan gahda. Dari sistem atap tumpang tiga ini memiliki makna kehidupan manusia yaitu, Syariat, Makrifat dan Hakekat. Dengan perubahan jaman masjid ini telah direnopasi dari bentuk aslinya terutama pada tahun 1867 saat itu telah terjadi telah terjadi gempa besar yang meruntuhkan bangunan asli serambi Masjid Gedhe Kauman di ganti dengan bangunan  material yang khusus diperuntukkan bagi bangunan kraton.

masjid-gedhe-kauma-jogja
Masjid Gedhe Kauma

Pesona yang dimiliki Masjid Gedhe Kauman tidak lepas dari beberapa keunika seperti salah satunya pemasangan batu kali putih pada dinding masjid yang tidak menggunakan semen dan unsur perekat. Penumpang bangunan masjid tersebut juga menggunakan katu jati utuh yang telah berusia 200 tahun leih.

Baca Juga : Masjid Syuhada Yogyakarta, Perpaduan Nasionalisme dan Nilai Islami

Konstruksi bangunan Masjid Gedhe Kauman sama halnya dengan masjid raya lainnya yang terdiri dari masjid induk dengan satu ruang utama sebagai tempat sholat. Terdapat juga maksura yang berada di samping kiri belakang mihrab yang terbuat dari kayu jati dan dilengkapi dengan tombak. Maksura disini difungsikan sebagai pengamanan atau perlindungan raja apabila Sri Sultan hendak melakukan sholat berjamaah di Masjid Gedhe Kauman.

Yang uniknya lagi terdapat sebuah mimbar dengan bentuk singgasana berundak yang dugunakan sebagai tempat khotip untuk menyampaikan khotbah Jumat. Mimbar ini juga terbuat dari kayu jati yang di ukir dengan hiasan berbentuk ornamen stilir tumbuh-tumbuhan dan bunga di prada emas.

Link lokasi google maps Masjid Gedhe Kauma

BERBAGI