Sejarah Masjid Kotagede Yogyakarta Dan Keunikannya

288
BERBAGI
Sejarah Masjid Kotagede Yogyakarta Dan Keunikannya
10 (100%) 1 vote

masjid-kotagede
Masjid Kotagede Yogyakarta

Masjid Kotagede mungkin sudah tidak asing lagi terdengar di telinga kita apalagi bagi Anda yang berdomisili di Jogja, salah satu masjid tertua yang ada di Kota Yogyakarta terletak di Kotagede dan usianyapun sudah cukup lama. Jika dibandingkan dengan Masjid Agung Kauman masjid ini masih jauh lebih tua, masjid ini berdiri sejak tahun 1640 an. Interior yang ada didalam masjid ini cukup unik dan menarik seperti mimbar khotbah yang di ukir terlihat sangat indah, bedug yang sudah berusia cukup lama hingga ratusan tahun lamanya serta tembok berperekat air aren.

Anda akan disambut oleh dua batang pohon beringin jika berkunjung ke masjid tersebut yang dimanfaatkan sebagai tempat parkir. Beberapa komponen masjid masih asli dari pertamakalai masjid ini di bangun sehingga memberikan kesan kelasik. Jika Anda berkunjung ke Kotagede sangat sayang sekali jika tidak mampir ke salah satu masjid tertua tersebut.

masjid-kotagede-jogja
Masjid Kotagede Yogyakarta

Komleks pemakaman Raja Mataram juga tidak begitu jauh dari masjid Kotagede ini, sehingga wisatawan yang ingin berkunjung ke kompleks pemakaman bisa singgah terlebih dahulu di masjid ini. Berjalan menuju kompleks masjid wisatawan akan menemukan sebuah gapura yang memiliki bentuk seperti paduraksa. Kemudian tak jauh dari depan gapura tersebut terdapat sebuah tembok yang  memiliki bentuk seerti huruf L. Di sisi tembok tersebut terdapat beberapa gambar yang merupakan lambang dari kerajaan.

Gapura yang berbentuk paduraksa dan tembok yang berbentuk huruf L adalah  salah satu wujud toleransi dari Sultan Agung kepada warganya yang ikut membangun masjid tersebut akan tetapi masih memeluk agama Hindu dan Budha.

Baca Juga : Masjid Pathok Negara Sulthoni Plosokuning Yogyakarta

Apabila memasuki halam masjid maka akan Anda temui sebuah prasati yang memiliki tinggi sekitar tiga meter yang merupakan pertanda bahwa Paku Buwono pernah merenovasi masjid tersebut. Pada bagian dasar prasasti tersebut memiliki bentuk bujur sangkar sedangkan pada bagian puncaknya terdapat mahkota yang merupakan lambang Kasunanan surakarta dan juga terdapat sebuah jam pada sisi sebelah selatan prasasti yang dijadikan sebagai acuan waktu sholat.

Sehingga dengan adanya prasasti ini menunjukkan bahwa masjid ini telah mengalami duakali tahap pembangunan yakni pertama kali dibangun pada masa Sultan Agung namun dahulunya bangunan masjid ini berukuran kecil sehingga waktu itu masjid ini disebut sebagai Langgar. Kemudian dibangun lagi untuk kedua kalinya oleh Raja Kasunanan Surakarta, Paku Buwono ke X.

Apabila tertarik untuk berkunjung ke masjid tersebut Anda bisa melalui rute perjalanan melalui link lokasi google maps yang sudah kami sediakan dibawah ini :

Link Lokasi Google Maps

 

BERBAGI