Masjid Syuhada Yogyakarta, Perpaduan Nasionalisme dan Nilai Islami

39
BERBAGI
Masjid Syuhada Yogyakarta, Perpaduan Nasionalisme dan Nilai Islami
10 (100%) 1 vote

masjid-syuhada
Masjid Syuhada

Masjid Syuhada merupakan masjid pemberian dari Presiden Soekarno kepada para pejuang yang sudah bertempur di Jogja. Masjid ini didirikan pada tanggal 20 September 1952 setelah tujuh tahun Indonesia merdeka.  Masji diberi nama Masjid Syuhada (istilah Syuhada berarti mati syahid atau gugur dijalan Allah). Sebelumnya masjid ini memiliki nama lengkap Masjis Peringatan Syuhada, namun karena terlalu panjang untuk di uacapkan sehingga masjid ini disebut dengan Masjid Syuhada saja.

Baca juga : Sejarah Masjid Kotagede Yogyakarta Dan Keunikannya

Adapun yang menjadi simbol nasionalisme yang terlihat dari masjid ini seperti anak tangga yang berjumlah 17 menandakan taggal kemerdekaan Indonesia, kemudian gapura yang berbentuk segi delapan yang menandakan bulan kemerdekaan Indonesia dan kubah pertama yang berjumlah empat serta kubah atas yang berjumlah lima menandakan tahun kemerdekaan Indonesia.

Masjid Syuhada dirancang sedemikian rupa dengan memiliki tiga lantai dan menjadikan atap masjid sebagai puncak masjid yang terdapat kupel (mustoko). Dimana pada bagian tengah dijadikan sebagai tempat shalat dan pada bagian bawah digunakan sebagai perpustakaan dan kantor.

Masjid Syuhada sudah ditunjuk sebagai benda cagar budaya Jogja sejak tahun 2002 kemudian dijadikan sebagai tempat wisata religius. Di masjid ini juga sering dilakukan beragam kegiatan seperti belajar tentang ilmu pengetahuan hingga dakwah.

masjid-syuhada-yogyakarta
Masjid Syuhada

Masjid ini di bangun diatas lahan yang merupakan pemberian dari Sri Sultan Hamengku Buwono IX. Lahan lokasi pemberian dari Sri Sultan Hamengku Buwono IX ini terletak di sebelah timur Kali Code tepatnya diantara Jembatan Gondolayu dan Jembatan Kridonggo.

Terdapat beberapa alasan mengapa Masjid Syuhada ini didirikan, alasan yang pertama adalah dari yang bersifa khusus yaitu menjadikan masjid sebagai Masjid Jami’ yang dapat memenuhi kebutuhan Umat Islam beragama sebagai tempat beribadah kepada Allah SWT.

Baca Juga : Masjid Pathok Negara Sulthoni Plosokuning Yogyakarta

Kemudian alasan yang kedua adalah dari sifat umumnya yaitu menjadikan masjid sebagai monumen yang hidup dan memiliki manfaat untuk memperingati syuhada yang telah memperjuangkan bangasa serta mempertahankan kebenaran dan keadilan sebagai tanda mata peninggalan (kenang-kenangan) untuk Yogyakarta yang pernah dijadikan sebagai ibukota negara atau ibukota perjuangan.

Jika Anda tertarik untuk mengunjungi tempat wisata religius yang satu ini sangat gampang, karena lokasinya cukup mudah untuk di akses. Untuk mempermudah Anda menuju lokasi tersebut Anda bisa klik link lokasi google maps dibawah ini:

Link Lokasi Google Maps

BERBAGI