Mengenal Lokalisasi Pasar Kembang Yogyakarta

5618
BERBAGI
Mengenal Lokalisasi Pasar Kembang Yogyakarta
10 (100%) 4 votes

jl. pasar kembang

Hampir di setiap kota besar di Indonesia pasti memiliki tempat pelacuran atau wilayah khusus bagi para PSK berkumpul dan “menjual jasanya”, sepertinya ini sudah bukan lagi manjadi hal yang tabu bagi kebanyakan orang, apalagi para PSK (pekerja seks komersial) juga semakin bertambah jumlahnya.

Kali ini kita akan menelisik sedikit tentang lokalisasi paling terkenal di Jogja, yaitu Pasar Kembang atau yang lebih di kenal orang-orang dengan sebutan Sarkem, akronim dari Pasar Kembang itu sendiri. Hampir semua orang Jogja pasti tau apa itu Sarkem, dimana letaknya, bahkan tak sedikit orang Jogja yang pernah masuk Sarkem.

Baca juga: Pasar Beringharjo, Pasar Tradisional Terlengkap di Yogyakarta

malioboro atau pasar kembang

Jika kamu hendak ke Malioboro, setelah melewati bawah jembatan rel kereta api dekat Stasiun Tugu kemudian menanjak sedikit, maka akan menemukan sebuah plang yang menunjukan arah, sebelah kiri menuju jl. Malioboro dan sebelah kanan menuju ke Sarkem.

Para pelancong atau wisatawan yang baru pertama kali datang ke Jogja juga terkadang banyak yang bertanya dan penasar tentang Sarkem. Seperti apa sebenarnya Pasar Kembang ini?

Kita mulai mengungkap Sarkem dari sisi sejarahnya terlebih dahulu. Ternyata lokalisasi Sarkem sudah ada sejak tahun 1818, hal itu berarti Pasar kembang sudah di bangun sejak jaman penjajahan kolonial Belanda, tentu saja Sarkem memiliki nilai historis yang tak dapat dipisahkan dari citra Kota Yogyakarta.

Saat itu Sarkem sengaja dibangun oleh pemerintahan Belanda sebagai tempat “jajan” para pekerja yang membangun rel kereta api dari Joga dan kota-kota terdekat, Belanda bersiasat dengan dibangunnya tempat prostitusi ini maka para pekerja akan tertarik dan menghabiskan sebagin uang hasih jerih payah pekerjaannya untuk bersenang-senang di Sarkem. Kemudian Belanda akan memutar kembali uang pajak Sarkem tersebut untuk memperluas kekuasaannya.

Sarkem berlokasi di Kecamatan Gedong Tengen, tepatnya di RW Sosrowijayan Kulon. Tetapi masyarakat lebih mengenal dan menyebutnya dengan nama Gang 3. Letak lokasi Sarkem tepat berada di belakang hotel-hotel dan pertokoan Malioboro atau sebelah utara dari Stasiun Kereta Api Tugu.

Baca juga: Titik Nol Kilometer Jogja, Di Mana Hitungan Jarak Berawal

gang sarkem

Masuk ke Sarkem biasanya dikenakan biaya sebesar Rp.2000, atau sekedar uang keamanan, maklum saja karena ini adalah tempat prostitusi, karaoke dan hiburan malam, jadi wajar bila terkadang ada orang mabuk-mabukan atau sedikit berbuat onar.

Sarkem sebenarnya wilayah yang berupa gang-gang kecil, kamu terkadang harus masuk bergantian dan mengantri, setelah di dalam, banyak dijumpai para wanita-wanita sexy yang duduk di depan warung-warung karaoke kecil. Sepanjang gang ini kamu bisa melihat kehidupan yang sama sekali berbeda dari Jogja yang kamu kenal sebelumnya.

Inilah realita, semua yang bekerja dalam bidang prostitusi di Sarkem menganggap inilah satu-satunya sumber penghasilan mereka, tak terlalu peduli orang lain berkata ini tidak baik atau sebagai sumber penyakit sosial.

Instagram

 

BERBAGI