Museum Affandi, Melihat Galeri Sang Maestro Lukis

Museum Affandi, Melihat Galeri Sang Maestro Lukis
Rate this post

foto affandi

Museum Affandi merupakan galeri yang menampung berbagai hasil karya seni dari sang maestro lukis Indonesia yaitu Affandi. selain berbagai macam lukisan, disini juga terdapat karya-karya seni lainnya dari beberapa seniman teman dari almarhum Affandi.

Museum ini terletak di samping sungai Gajah Wong, Jalan Laksda Adisucipto, jalan yang menghubungkan Yogyakarta dan Solo (Surakarta). Lukisan hasil karya Affandi yang terpajang di sini kurang lebih berjumlah 300 buah, dari lukisan kecil sampai lukisan berukuran besar.

Bicara tentang sosok Affandi, beliau adalah salah seorang seniman yang sangat berpengaruh di jamannya, nama lengkapnya adalah Affandi Koesoema, lahir di Cirebon Jawa Barat pada tahun 1907. Kebanyakan lukisan yang dihasilkan darinya bergaya Ekspresionis (abstrak) dan Romantisme.

galeri affandi

Affandi bahkan sudah sangat dikenal di dunia internasional berkat pameran-pamerannya yang digelar di berbagai negara seperti Inggris, India, Amerika, Australia dan Eropa sekitar tahun 1950-an. Bisa dibilang, beliau adalah pelopor seniman di Indonesia, mengangkat derajat para seniman dan lebih dihargai lagi.

Di usianya yang sudah tua Affandi masih tetap produktif dalam berkarya, beliau menghasilkan ribuan lukisan selama hidupnya. Untuk mengapresiasi hasil karya sang maestro, maka dibangunlah sebuah galery yang diberi nama Museum Affandi ini.

Museum Affandi didirikan pada tahun 1973 diatas tanah dimana ia tinggal di Yogyakarta, seteleh museum ini rampung, kemudian dibuka dan diresmikan langsung oleh Mentri Pendidikan dan Kebudayaan saat itu yakni Fuad Hassan.

Affandi adalah sosok seniman sederhana dalam kesehariannya, beliau dikenal tak suka membaca buku dan berteori panjang lebar tentang sesuatu. Baginya melukis merupakan sesuatu hal yang dapat menyampaikan pemikirannya, melukis sudah seperti kebutuhannya. Walaupun terkadang sebagian karya lukisnya yang bergaya abstrak sangat sulit untuk diterjemahkan, namun inilah yang menjadi ciri khas dari sang maestro.

Baca juga: Museum dan Sejarah Keraton Yogyakarta

galeri pertama

Di museum ini terdapat tiga buah galeri, pada galeri pertama kamu harus membeli karcis atau tiket masuk terlebih dulu sebesar Rp.20.000 (gratis soft drink/ice cream) untuk wisatawan domestik, dan Rp.50.000 untuk wisatawan manca negara (gratis soft drink dan hadiah berupa souvenir).

Satu hal yang tak boleh terlewat untuk sekedar informasi, buat kamu yang membawa kamera untuk memotret di museum ini akan dikenakan biaya sebesar Rp.20,000/kamera.

Pada galeri pertama kamu akan disambut dengan mobil klasik (Col Gallant) berwarna hijau dan sepeda onthel yang dipajang dalam ruangan ini, serta beberapa lukisan yang dipajang karya Affandi. Nuansa klasik memang sengaja dihadirkan kedalam museum ini untuk menambah kesan artistik.

Seluruh lukisan yang ada di galeri 1 ini semuanya adalah karya Affandi, menceritakan sejarah hidup sang maestro berserta keluarga tercintanya, untuk itu lukisan disini tidak dijual.

Setelah puas melihat isi galeri 1, jangan terburu-buru dulu karena dalam perjalanan dari galeri 1 ke galeri 2 terdapat makam Affandi berserta istrinya Maryati. Kamu bisa melihat kedua makam ini saling berdampingan, bersih dan tertata rapi.

Baca juga: Jalan-jalan ke Museum De Arca Museum De Mata Yogyakarta

karya affandi

Kemudian memasuki galeri 2 kamu akan diajak melihat berbagai macam lukisan dari seniman kondang lainnya di Indonesia seperti Popo Iskandar, Basuki Abdullah, Hendra, Fajar Sidik, Rusli dan lainnya. Harga lukisan yang terdapat di galeri 2 ini cukup fantastis, berkisar antara harga Miliaran rupiah. Bayangkan saja harga satu lukisan sebanding dengan sebuah rumah mewah.

Lanjut ke galeri 3,  disini kamu dapat melihat beberapa lukisan karya Maryati dan Rubiyem istri kedua Affandi, selain itu hal yang sangat menonjol dari galeri terakhir ini adalah terdapat tayangan video yang menceritakan saat Affandi sedang melukis di pantai Parangtritis.

Museum Affandi tak hanya menjadi tempat lukisan dan karya seni saja, disini juga dibangun sekolah melukis bagi anak-anak usia SD sampai SMP dan juga cafe loteng sebagai tempai beristirahat dan bersantai para wisatawan sehabis berkeliling galeri.

Instagram

 

Tinggalkan Balasan