Wisata Edukasi di Taman Tino Sidin Bantul Yogyakarta

535
BERBAGI
Wisata Edukasi di Taman Tino Sidin Bantul Yogyakarta
10 (100%) 6 votes

tino sidin

Tino Sidin adalah salah satu sosok seniman yang terkenal di Indonesia pada era tahun 80-an lewat acara televisi yang dibawakannya yaitu (Gemar Menggambar) di TVRI. Jika kamu pernah menonton dan yang masih ingat dengan acara tersebut maka dapat dipastikan sekarang kamu sudah tua :D.

Gemar Menggambar adalah sebuah acara televisi jadul yang mangajak semua anak-anak Indonesia untuk belajar menggamar dari rumah, tak hanya itu semua anak dari Indonesia bisa mengirimkan gambar hasil karyanya sendiri kemudian dikirimkan ke acara tersebut.

Lalu gambar tersebut akan dinilai pada akhir acara, dari semua gambar yang berhasil dikirim tak semuanya dapat dinilai langsung oleh pak Tino karena terbatasnya waktu, dan dari seluruh gambar yang selama ini dia nilai tak pernah sekalipun beliau mengatakan jelek atau kurang bagus.

Baca juga: Museum Affandi, Melihat Galeri Sang Maestro Lukis

taman tino sidin

Semua gambar yang dia nilai semuanya dikatakan bagus, sampai beliau terkenal dengan jargonnya yakni (Ya. Bagus.! Teruskan). Semua gambar yang dia nilai di acara Gemar Menggambar akan medapatkan penilaian seperti itu.

Selain itu ada satu hal lagi yang membuat pak Tino Sidin semakin nyentrik dengan gayanya, beliau selalu menggunakan topi baret berwarna hitam dengan kuncup kecil diujung atas, Topi tersebuat menjadi ciri khas tersendiri bagi pak Tino Sidin hingga saat ini.

Beliau wafat pada tahun 1995 di usia 70 tahun. Sebelum meninggal beliau pernah berniat untuk mendirikan sebuah taman gambar atau museum bagi anak-anak Indonesia, keinginannya ini muncul karena ingin seperti Ismail Marzuki yang namanya diabadikan pada Taman Ismail Marzuki.

Ide ini baru terealisasikan pada 4 Oktober 2014. Taman Tino Sidin rampung dibangun dan diresmikan secara langsung oleh Menteri Pendidikan & Kebudayaan RI (Prof. Mohammad Nuh). Taman ini terletak di Jalan Tino Sidin No. 297, Kadipiro, Ngestiharjo, Kecamatan Kasihan, Kabupaten Bantul, Yogyakarta.

Baca juga: Museum dan Sejarah Keraton Yogyakarta

karya tino sidin

Taman Tino Sidin bukanlah suatu tempat yang berbentuk taman terbuka, melainkan seperti sebuah museum kecil atau tetenger yang berisi karya-karya Tino Sidin, dari karya lukis, sketsa, memorabilia, buku dan arsip-arsip pribadi beliau terdapat di taman ini.

Begitu pertama melihat melihat Taman Tino sidin dari depan, sedikit terbesit dalam hati bentuk bangunannya terbilang sangat unik, luas dan nyaman. Ternyata taman Tino Sidin ini selain difungsikan sebagai museum juga digunakan sebagai tempat tinggal dan ruang publik, tak jarang disini sering degelar berbagai acara keluarga dan sarasehan kegiatan seni.

Baca juga: Jalan-jalan ke Museum De Arca & Museum De Mata Yogyakarta

taman tino sidin

Memasuki ke dalam ruangan kamu akan diajak mengenal Tino Sidin lebih dalam, berjejer karya, dokumen serta biografi dari sang guru gambar pak Tino sidin, tak hanya itu, museum ini juga menyimpan perpustakaan yang bisa mejadi sumber informasi bagi anak-anak yang sedang berkunjung.

Taman Tino Sidin dibangun dengan harapan dapat mengembangkan minat menggambar anak-anak masa kini dengan mengenal sosok dari Tino Sidin, selain itu diharapkan agar museum ini bisa menjadi wadah dari kegiatan-kegiatan seni yang dilakukan pelajar serta masyarakat sekitar.

Setelah puas berkeliling melihat galeri Tino Sidin, jangan lupa untuk mencicipi kuliner khas Kadipiro, apalagi kalau bukan soto kadipiro. Soto yang wajib dicoba saat kamu sedang berwisata di Yogyakarta, soto ini sudah sangat melegenda sejak lama. Di sepanjang jalan wates KM 3 dapat kita lihat pedangan soto ini berjejer dikiri dan kanan jalan.

Instagram

 

BERBAGI