Arsip Tag: Wisata Belanja

3 Toko Baju Murah di Yogyakarta

3 Toko Baju Murah di Yogyakarta
10 (100%) 4 votes

Belanja adalah salah satu hal yang paling digemari oleh para wisatawan, belanja dapat berupa makanan, kerajinan tangan, baju dan masih banyak lagi. Kebanyakan para wisatawan akan membeli beberapa barang untuk dibawa pulang sebagai buah tangan atau oleh-oleh.

Bagi para wanita, belanja merupakan kegiatan rutin yang sering dilakukan bersama teman maupun keluarga, disamping karena kebutuhan wanita lebih banyak ketimbang kebutuhan pria, belanja atau shopping  juga menjadi salah satu hiburan atau hobby bagi sebagian wanita, dan baju adalah salah satu barang yang menjadi incaran favorit para wanita.

Dan Jogja sebagai kota mahasiswa yang terkenal harga kebutuhan hidupnya (living cost) yang masih terbilang murah dibanding dengan kola besar lainnya adalah salah satu surga belanja baju murah di Indonesia. Ada beberapa spot atau toko-toko pakaian tertentu di Jogja yang terkenal ramai dikunjungi orang untuk belanja baju murah.

Selain karna harganya yang murah, di toko ini juga barang yang di jual cukup berkualitas tak kalah dengan produk yang dijual dimall.

1. Sakola

sakola

Nama Sakola sudah sangat terkenal di Jogja sebagai pusat baju murah, bahkan hampir setiap harinya selalu ramai. Terlihat dari jumlah kendaraan yang terparkir di samping bahkan sampai di trotoar depan toko. Toko ini kebanyakan menjual pakaian wanita dan beberapa aksesoris lainnya seperti sepatu, tas, dompet dan lain-lain.

Terletak di Jl. Kapten Piere Tendean No.47, Wirobrajan, Kota Yogyakarta. Toko Sakola menjadi tempat belanja paling fenomenal di Jogja sejak beberapa tahun belakangan ini, walaupun toko ini terlihat khusus hanya menjual pakaian wanita, namun setelah masuk kedalam terdapat beberapa barang untuk para pria.

Toko ini buka setiap hari dari pukul 09:00-21:00 WIB. Tips buat kamu yang tak suka berbelanja dalam keramaian atau males antri di kasir, sebaiknya mengunjungi toko ini saat pagi hari, karena setelah siang menjelang sore hingga malam hari Saloka akan ramai dikunjungi para penggila fashion.

2. Jolie

jolie wirobrajan

Toko ini tak jauh terletak dari Sakola, hanya berjarak beberapa meter saja. Walaupun Jolie belum lama berdiri namun sudah menjadi saingan yang cukup kuat bagi para toko-toko baju ataupun distro di daerah Wirobarajan. Tak jauh berbeda dengan Saloka, Jolie juga menjual berbagai pakaian dan perlengkapan wanita yang mengikuti trend-trend terbaru.

Yang sedikit berbeda antara Jolie dan Sakola terletak di bangunannya, Jolie terlihat lebih besar dan lengkap dibanding dengan Saloka, walaupun terlihat lebih bagus dan mewah namun barang-barang yang dijual disini masih terbilang murah, cocok bagi dompet para mahasiswa atau karyawan kantoran.

3. Outlet Biru

outlet biru selokan mataram

Yang selanjutnya adalah Outlet Biru, terletak di Jl.Wahid Hasyim, samping selokan mataram, Babarsari, Sleman Yogyakarta. Barang yang dijual di toko pakaian ini juga terkenal murah dan berkualitas tak kalah dengan produk yang dijual di tempat lain.

Toko ini tak hanya menjual pakaian saja, segala macam kebutuhan kamu tentang fashion terdapat disini, dari mulai sepatu, baju, kaos, kemeja, jeans dan lainnya bisa kamu temukan. Outlet Biru hampir setiap harinya ramai oleh pengunjungm, tak hanya kaum hawa saja, malah kebanyakan yang datang ke toko ini adalah para pria.

Berbeda dengan toko-toko yang sudah kami review diatas yang menjual pakaian wanita lebih dominan dari pada pria, Outlet Biru adalah kebalikannya, barang-barang atau pakaian yang dijual disini kebanyakan adalah keperluan fashion untuk laki-laki, tak heran jika laki-laki dari berbagai kalangan dan umur berdatangan mencari keperluan fashionnya kesini.

 

Berburu Jajanan Khas di Pasar Kotagede Yogyakarta

Berburu Jajanan Khas di Pasar Kotagede Yogyakarta
10 (100%) 7 votes

pasar kotagede jogja

Bicara tentang Jogja maka selalu lekat dengan kata “kota wisata” atau “kota gudeg”, namun selain itu jika digali lebih jauh tentang budaya, maka Yogyakarta merupakan salah satu Provinsi atau daerah yang memiliki budaya serta adat istiadat yang sangat kental dan masih terjaga hingga kini.

Contoh nyatanya yang bisa kita lihat saat ini adalah masih berdirinya Keraton Yogyakarta, dengan Sri Sultan sebagai pemimpin utama di Provinsi Yogyakarta. Bahkan Keraton Yogyakarta masih terus terjaga eksistensinya walaupun sudah puluhan kali berganti pemimpin.

Selain Keraton, contoh lain tempat yang masih terjaga eksistensinya hingga kini semenjak ratusan tahun di Jogja adalah pasar tradisional, yaa, pasar tradisional merupakan salah satu contoh yang tepat untuk mengetahui wajah asli tentang suatu daerah.

Baca juga: 4 Pasar Tradisional di Jogja Yang Wajib Dikunjungi

pedagang jajanan pasar

Karena di pasar tradisional kita bisa melihat langsung pedagang-pedagang lokal, melihat aktivitas pasar secara lebih dekat, terasa berinteraksi secara langsung antara si penjual dan si pembeli. Beda dengan pasar modern yang terlihat menghilangkan interkasi antara pedagang dan pembeli, memilih barang lalu bayar di kasir tak ada tawar menawar.

Salah satu pasar trasdisional tertua di Jogja dan masih bertahan hingga kini adalah pasar Kotagede, terletak di Jalan Mondorakan 172 B Kecamatan Kotagede Kabupaten Kota Yogyakarta, pasar ini sudah ada sejak abad ke 16 lalu. Sejarahnya dahulu pasar ini benama Sargedhe, diambil dari nama (Ki Gede Pemanahan) yang dulu telah membuka lahan di Alas Mentaok sebagai imbalan Sultan Hadiwiyaja alias (Jaka Tingkir) yang telah mengalahkan Arya Panangsang.

Menurut cerita, pasar ini bahkan sudah dibangun sebelum keraton Yogyakarta didirikan, Ki Gede berpendapat dengan dibangunnya pasar sebagai pusat perdagangan maka interaksi sesama manusia akan terjalin dengan sendirinya, dan denyut perekonomian akan berjalan lebih cepat.

Baca juga: Pasar Seni Gabusan Pusat Kerajinan Tangan di Bantul

pasar tradisional di jogja

Jika sudah mengenal sejarah pasar Kotagede tadi mungkin kini persepsi kamu tentang pasar tradisional akan berubah, bagaimana pasar bisa terjaga eksistensinya hingga berabad-abad lamanya, bahkan telah berganti-ganti puluhan pemimpin dan pedagang dari beberapa generasi.

Pasar Kotagede juga terkenal karena sebutan Pasar Legi, pasar ini akan ramai lima hari sekali atau di tanggal legi. banyak para pedagang unggas yang berjualan di pasar ini saat legi, tak jarang sampai memadati area trotoar pinggir pasar.

Ada satu hal yang tak boleh terlewat saat berkunjung ke pasar Kotagede ini, yaitu berburu jajanan pasar. banyak aneka jajanan pasar yang bisa kamu jumpai disini seperti, bakpia, wajik, cenil, gethuk, bubur sumsum, jenang dan panganan khas lainnya.

Baca juga: Pasar Pasty, Pusat Pasar Hewan dan Tanaman di Jogja

pedagang pasar legi kotagede

Para penjual jajanan ini umumnya membuka lapak di depan dan samping pintu masuk, namun tak jarang juga bisa kita lihat ada yang berjualan di dalam. Karena jajanan khas saat ini semakin jarang ditemui penjualnya, maka ini adalah moment yang tepat untuk bernostalgia sedikit, menikmati jajanan yang bisa mengingatkan kita akan masa kecil dulu.

Kamu bisa melihat aktivitas pasar ini dimulai dari pagi hari sehabis subuh, biasanya pasar ini sudah ramai dipadati penjual sayur. Waktu yang tepat untuk berkunjung ke pasar Kotagede ini tentu saja saat pagi hari, Karena saat di pagi hari kamu bisa berbelanja lebih leluasa.

Atau kamu yang peng-hobby fotografi, pasar Kotagede ini adalah salah satu spot yang tak boleh terlewatkan dimana kamu bisa menemukan salah satu wajah asli Jogja yang sebenarnya, (mass market) bisa menjadi solusi yang tepat jika kamu bosan dengan objek yang itu-itu saja.

Instagram

 

Kotagede Pusat Kerajinan Perak di Yogyakarta

Kotagede Pusat Kerajinan Perak di Yogyakarta
7.3 (73.33%) 18 votes

kerajinan perak di jogja

Kotagede merupakan salah satu Kecamatan yang terletak di jantung kota Yogyakarta, wilayahnya berbatasan dengan Kecamatan Umbulharjo dan Kabupaten Bantul di sebelah utaranya. Sudah sejak jaman dulu citra Kotagede di Yogyakarta terkenal akan kerajinan Peraknya.

Seni menempa, mengukir, dan membentuk perak menjadi berbagai macam bentuk sudah dikuasai orang-orang Kotagede sejak lama secara tutun-temurun dari generasi ke generasi. Hasil kerajinan perak dari buah karya para pengerajin di Kotagede sudah terkenal hingga ke manca negara, karena banyak juga hasil kerajinan perak yang sudah di eksport ke luar negeri.

Hampir sebagian besar warga Kotagede mencari nafkah dari hasil kerajianan perak, hal ini dapat dilihat dari sepanjang jalan utama Mondorakan sampai jalan Tegal, Gendu, banyak toko kerajinan tangan yang terbuat dari perak. Dan di sepanjang jalan tersebut kamu bisa menyaksikan di sebalah kanan dan kiri jalan terpampang kata-kata “perak” atau “Silver”.

Baca juga: 4 Pasar Tradisional di Jogja Yang Wajib Dikunjungi

kerajinan perak jogja

Harga jual kerajinan perak disini bervariasi tergantung besar kecil, penggunaan bahan baku sampai kerumitan pengerjaan, rata-rata harga yang dipatok mulai dari harga yang terkecil Rp.10.000 sampai harga jutaan rupiah, macam-macam produk seni perak yang dihasilkan tangan telaten warga Kotagede ini, seperti cincin, giwang, dan berbagai macam miniatur becak, kapal, andhong sampai hewan.

Pusat kerajinan tangan perak Kotagede juga sering di sebut sebagai Jewellery of Jogja, tak hanya sebagai pusat oleh-oleh perhiasan di Yogyakarta, kini Kotagede menjelma menjadi salah satu obyek wisata yang ada di kota Jogja, banyak turis manca negara yang berdatangan mencari perhiasan unik, atau sekedar ingin tau dan mengabadikan moment di sini.

Tak hanya kerajinan perak saja yang dijual disini, kamu juga bisa menemukan batu akik, kerajinan tangan yang terbuat dari kulit dan masih banyak lagi. Berkunjung ke Kotagede memang tak lengkap jika tak keliling melihat-lihat sentra kerajinan perak ini, selain dapat memanjakan mata, bagi kamu yang hoby mengoleksi perhiasan unik, disinilah tepat yang cocok untuk kamu kunjungi di Jogja.

Setetelah puas berburu perhiasan, jangan beranjak dahulu jarena Kotagede masih menyimpan banyak poternsi wisata didalamnya. Salah satunya kamu bisa mengunjungi Masjid Agung Kotagede, makam raja-raja Mataram, atau berburu makanan tradisional di pasar Kotagede.

Baca juga: Pasar Seni Gabusan Pusat Kerajinan Tangan di Bantul

cincin

Di pasar Kotagede kamu dapat menemukan berbagai macam jajanan pasar yang khas, seperti wajik, jenang, cinil, gethuk, dan masih banyak lagi, selain enak, menikmati jajanan pasar juga akan membawamu kembali bernostalgia kembali ke masa kecil dulu, dimana jajanan pasar masih berjaya dan masih sering kita jumpai.

Kini jajanan pasar semakin susah ditemukan, mungkin sekarang kita hanya dapat kita jumpai di pasar-pasar tradisional atau pedagang kaki lima yang khusus menjual kue saja.

Buat kamu yang penggila kuliner maka jangan lewatkan berkunjung ke pasar tradisional Kotagede ini.

Instagram

 

4 Pasar Tradisional di Jogja Yang Wajib Dikunjungi

4 Pasar Tradisional di Jogja Yang Wajib Dikunjungi
9 (90%) 4 votes

Di era pasar bebas seperti sekarang ini tentu kita sering melihat pasar ritel modern makin marak dibangun di berbagai pelosok negeri, seperti mall, indomart, alfamart dan lain-lain. Keberadaan pasar terdisional kini pun terlihat semakin tergerus oleh jaman, tak jarang kita melihat pasar yang dulu pernah ada sekarang telah berubah atau bahkan malah sudah tutup tak beroperasi lagi.

Hal yang sama juga terjadi di Yogyakarta, kini pasar ritel dan swalayan banyak bermunculan seiring dengan meningkatnya jumlah penduduk dan kebutuhan manusia masa kini. Namun tak selamanya modernisasi menghilangkan budaya dan sejarah di suatu tempat.

Dan Yogyakarta ternyata masih punya beberapa pasar tradisional yang hingga kini masih terjaga eksistensinya, bahkan terkenal oleh wisatawan sebagai salah satu objek wisata belanja barang-barang antik. Berikut adalah daftarnya:

1.Pasar Beringharjo

pasar beringharjo

Siapa yang tak mengenal pasar yang satu ini, pasar yang terletak di jl.Malioboro. Salah satu tujuan para wisatawan mencari batik atau barang-barang langka di Jogja. Pasar Beringharjo adalah ikon pasar terdisional di Yogyakarta, maka tak ofdol jika berkunjung ke Malioboro tak masuk ke pasar ini.

Baca juga: Pasar Beringharjo, Pasar Tradisional Terlengkap di Yogyakarta

Pasar Beringharjo memiliki sejarah yang panjang, berdiri tak lama setelah di dirikannya Keraton Yogyakarta di tahun 1758 silam, dipasar ini kita bisa menemukan banyak pedagang batik, barang langka, uang kuno, dan masih banyak lagi.

Pasar ini berlokasi persis di ujung selatan sisi timur Malioboro atau tepatnya di jalan Malioboro – jalan A Yani. Apabila kamu menyusuri jalan Malioboro menuju bagian arah selatan, maka akan melihat Pasar Beringharjo di sebelah kiri jalan. Hampir setiap harinya pasar ini selalu ramai pengunjung, buka dari pagi dan tutup pada jam 17:00.

2.Pasar Demangan

pasar demangan

Pasar Demangan merupakan salah satu pasar tradisional di Jogja yang masih terjaga eksistensinya sampai saat ini, terletak di Jalan Gejayan no.23. Keberadaan pasar Demangan cukup penting bagi masyarakat, karena di pasar ini menjual berbagai kebutuhan pokok pakaian dan sayur mayur.

Pasar Demangan merupakan simbol perlawanan terhadap pasar modern saat ini, jika kamu berkunjung ke pasar tak jarang akan kamu jumpai pedagan ibu-ibu yang sudah lanjut usia, mereka bertahan hidup hingga saat ini tergantung oleh dagangan mereka yang dijajakan di pasar.

Baca juga: Pasar Seni Gabusan Pusat Kerajinan Tangan di Bantul

Dengan luas sekitar 4224 meter persegi, pasar Demangan mampu menampung tak kurang 700 pedagang lokal, seperti pasar tradisional lain pada umumnya, pasar ini suada ramai pedagang sayur saat pagi setelah subuh.

3.Pasar Kotagede

pasar kotagede

Seperti namanya, nama pasar ini diambil dari tempat dimana pasar ini berdiri yaitu di Kotagede, Yogyakarta. Pasar Kotagede terkenal akan jajanan pasar yang akan mengingatkan kita akan masa kecil dulu, seperti Jadah Manten, Kue Kembang Waru, Kipo. Gethuk, Cenil, Wajik, Jenang Sumsum semua dijajakan di pasar ini.

Selain itu pasar Kotagede juga merupakan pasar tertua yang ada di Jogja. Memiliki budaya dan sejarah panjang, tak heran jika pasar Kotagede saya recomendasika sebagai salah satu pasr tradisioan yang wajib dikunjungi saat bewisata di Jogja.

Baca juga: Mengenal Lokalisasi Pasar Kembang Yogyakarta

Pasar Kotagede juga sering menjadi salah satu spot favorit para fotografer yang ingin mencari nuansa tradisional yang asli dari Yogyakarta. Buat kamu yang suka ngemil maka jangan lupa berkunjung ke pasar Kotagede ini ya.

4.Pasar Prawirotaman

pasar prawirotaman

Pasar Prawirotaman terletak di Kampung Prawirotaman, Jl. Parangtritis No. 103, Kota Yogyakarta. Bagi yang akrab dengan para turis yang ada di Jogja pasti sudah tak asing lagi dengan pasar ini, sekilas suasana daerah sekitar pasar terlihat sama persis yang ada di Bali. banyak dijumpai turis-turis asing, cafe, dan penginapan di daerah ini.

Baca juga: Bernostalgia di Pasar Kangen Yogyakarta

barang yang dijual di pasar Prawirotaman kebanyakan adalah bahan pangan pokok dan beberapa barang seperti souvenir, kerajinan topeng, barang antik, patung, gelang, gantungan dan masih banyak lagi.
Tak hanya sebagai tempat berkumpulnya para pedagang tradisional, Prawirotaman juga dikenal sebagai salah satu kampung bule yang ada di Yogyakarta.

Instagram

Pasar Seni Gabusan Pusat Kerajinan Tangan di Bantul

Pasar Seni Gabusan Pusat Kerajinan Tangan di Bantul
10 (100%) 4 votes

pasar seni gabusan bantul

Hampir semua wisatawan yang sedang berlibur di suatu tempat pasti akan membeli oleh-oleh bibawa pulang untuk teman atau keluarga di rumah, biasanya yang jadi masalah adalah bingung barang apa yang kira-kira cocok dibawa menjadi buah tangan. Berdasarkan pengamatan, kebanyakan orang akan membeli kaos atau membeli kerajinan tangan untuk dijadikan buah tangan.

Untuk itu kali ini kami akan memberikan satu referensi atau rekomendasi bagi kamu yang ingin membeli beberapa barang kerajinan tangan yang unik, lucu dan berseni untuk dibawa pulang sebagai oleh-oleh atau sebagai pajangan di ruang tamu.

Yaitu pasar seni Gabusan, pasar yang khusus menjual aneka macam kerajinan tangan dari seniman dan industri rumahan yang ada di Yogyakarta dan sekitarnya. Dibuka pertama kali pada tahun 2004 lalu, kini pasar seni Gabusan sudah menampung 400 lebih pengerajin yang terbagi menjadi 16 Los atau petak dagang.

Baca juga: Bernostalgia di Pasar Kangen Yogyakarta

kerajinan rotan anyam

Lokasi pasar seni Gabusan berada di Kabupaten Bantul, selatan kota Jogja, tepatnya di Jl.Parangtritis km 9,5, hanya sekitar 15 menit berkendara dari pusat kota. Berdiri diatas area seluas 4,5 ha pasar seni ini banyak menjual produk-produk kesenian yang di tempatkan sesuai dengan jenis-jenisnya seperti seperti kerajinan kulit, terakota, logam, kayu, perak, bambu dan lukisan.

Pasar seni gabusan tak hanya menjual kerajinan dari daerah bantul saja, bahkan barang disini juga berasal dari luar kota seperti kerajinan sepatu dan tas yang terbuat dari kulit hewan. Salah satu keunikan di pasar seni ini terletak di bangunannya yang menggabungkan unsur modern dan tradisional.

Begitu memasuki area pasar seni Gabusan kamu akan melihat patung gong raksasa yang bertuliskan “Bantul Projo Taman Sari” dan di belakangnya terdapat patung pesawat terbang. Memasuki kedalam pasar, kamu akan disuguhkan berbagai macam kerajinan yang terlihat sangat berseni.

Baca juga: Pasar Beringharjo, Pasar Tradisional Terlengkap di Yogyakarta

kerajinan tangan terakota

Salah satu hal yang menyenangkan saat berkunjung ke pasar seni Gabusan adalah kita seolah-olah diajak berwisata tak hanya melihat-lihat barang kerajinan namun kita juga bisa menikmati suasana khas dan kesenian dalam satu tempat.

Masuk kedalam area disini tidak dikenakan biaya sama sekali alias gratis, kamu hanya akan dikenakan biaya parkir bagi yang membawa kendaraan.

Jangan khawatir tentang fasilitas yang ada disini, pihak pengelola sudah membangun berbagai macam fasilitas yang cukup memadai dan layak untuk pengunjung, seperti mushola, wc, tempat parkir yang luas, tepat makan/kantin bahkan pasar seni Gabusan kini sudah memiliki akses Internet juga.

Instagram

 

Bernostalgia di Pasar Kangen Yogyakarta

Bernostalgia di Pasar Kangen Yogyakarta
Rate this post

Pasar Kangen

Pasar Kangen jogja

Jalan-jalan ke pasar sambil bernostalgia, hal itu yang sering dilakukan oleh para wisatawan di Pasar Kangen Yogyakarta. Berjalan-jalan di Pasar Kangen Yogyakarta dapat mengingakkan kita akan masa lampau, pasar yang berlokasi di Taman Budaya Yogyakarta ini menghadirkan akan berbagai hal tempo dulu.

Berjalan di Pasar Kangen kali ini kita akan mulai dari dunia kuliner, disini banyak sekali terdapat stand kuliner hingga ratusan satand yang menyajikan beragam makanan tradisional, mulai dari jajanan pasar hingga makanan berat dan angkringan yang merupakn khas dari Kota Yogyakarta yang melegenda.

Pasar Kangen jogja

Pasar Kangen jogja

Tak kalah menarik aneka minuman kesehatan herbal dan olahan jamu hingga ES yang menyergarkan semuanya ada disini, salah satunya adalah ES Gosro. Es Gosro ini merupakan minuman Es tradisional yang saat ini mulai susah untuk di dapatkan apalagi di daerah perkotaan. Harga makanan di pasar ini juga relatif murah mulai dari harga Rp 2000 hingga Rp 5000 terdapat disini.

Di Pasar Kangen Yogya pengunjung juga dapat berburu barang-barang antik, puluhan stand barang antik yang menawarkan berbagai macam barang koleksinya. Selain untuk melepas kangen dengan berbagai barang tempo dulu, di Pasar Kangen Yogya pihak penyelenggaran berharap terjadi terjadi peooses tawar menawar dalam bertransaksi. Dialog antara penjual dan pembeli menjadi kearipan lokal dan salah satu ciri khas sebuah pasar tempo dulu.

Pasar Kangen yogya

Pasar Kangen jogja

Kuliner sudah dibahas, barang antik juga sudah, namun belum selesai, di Pasar Kangen Yogya ini pengunjung juga dapat menikmati pertunjukan seni dan budaya. Jika Anda tertarik untuk mengunjung Pasar Kangen Yogya jangan lupa pasar ini buka mulai pukul 10.00 pagi hingga pukul 20.30. Akan tetapi tidak semua pedagan buka mulai dari pukul 10.00, karena ada juga yang buka mulai pukul 14.00. Tapi nggak usah khawatir karna pasar ini selalu ramai kok.

Untuk mengakses lokasi Pasar Kangen ini Anda tidak usah bingung karena sangat mudah sekali untuk menuju lokasi tersebut. Karena lokasinya berada di pusat Kota Yogyakarta. Pasar Kangen ini tidak jauh dari kawasan Malioboro atau lebih tepatnya berada di belakang Taman Pintar atau di sebelah selatan Pasar Beringharjo. Lebih jelasnya silahkan klik link lokasi google maps dibawah ini.

Link Lokasi Google Maps

Instagram :

Pasar Beringharjo, Pasar Tradisional Terlengkap di Yogyakarta

Pasar Beringharjo, Pasar Tradisional Terlengkap di Yogyakarta
10 (100%) 3 votes

Pasar Beringharjo

Pasar Beringharjo

Eksotisjogja.com : Nama Pasar Beringharjo sudah tidak lain lagi di telinga kita saat mengunjungi Kota Yogyakarta karena pasar ini merupakan salah satu ikon sekaligus destinasi utama para wisatawan. Sejak tahun 1758 pasar ini telah digunakan sebagai tempat/lokasi jual beli.

Pasar Beringharjo merupakan sebuah bagian dari Malioboro yang jika Anda mengunjunginya sangat sayang sekali jika dilewatkan. Bagaimana tidak karena pasar yang satu ini telah menjadi pusat kegiatan perekonomian selama ratusan tahun. Keberadaannya pasar ini juga mempunyai mempunyai makna filosofi tersendiri dimana pasar yang telah berkali-kali dipugar dapat melambangkan satu tahapan kehidupan manusia yang masih berkutat dengan pemenuhan kebutuhan ekonominya.

Selain itu, Pasar Beringharjo juga termasuk sebagai pasar tradisional tertua dan terbesar, Didalam pasar ini terdapat banyak sekali jenis penawaran barang yang tersedia sehingga Anda tidak perlu berkeliling-keliling lagi karena cukup datang ke Bringharjo semua keinginan Anda hampir tersedia. Dan banyak juga yang mengatakan bahwa Beringharjo adalah pasar tradisional terindah di Jawa.

Pasar Beringharjo yogyakarta

Pasar Beringharjo

Jika hendak ingin berbelanja batik, Beringharjo adalah tempat terbaik karena koleksi batiknya lengkap. Di pasar ini Anda bisa belanja batikmulai dari batik kain ataupun batik yang sudah jadi pakaian, bahan katun hingga sutra, dengan harga puluhan ribu hingga sejutaan tersedia di pasar ini.

Untuk koleksi batik kain dapat Anda jumpai di los pasar bagian barat. Sedangkan untuk koleksi pakaian batik Anda bisa menjumpainya hampir di seluruh pasar bagian barat. Tidak hanya pakaian pakaian batik disana juga terdapat jenis penawaran lainnya seperti baju surjan, sarung tenun, blangkon, dan masih banyak jenis lainnya.

Setelah puas berkeliling di setiap bagian sudut pasar, tiba saatnya untuk menjelajahi daerah sekitar pasar dengan tawarannya yang tak kalah menarik. Pada bagian utara Pasar yang dahulu dikenal dengan Kampung Pecinan adalah wilayah yang paling terkenal. Disini juga Anda bisa menemukan kaset-kaset jaman dahulu dengan musisi-musisi tahun 50-an yang jarang ditemui di tempat lain. Dan juga Anda akan menemuka kerajinan logam berupa patung Budha serta bagi Anda yang suka mengoleksi uang lama, tempat ini adalah lokasi yang tepat untuk Anda disini menjual uang dari berbagai negara, bahkan yang digunakan tahun 30-an.

Pasar ini berlokasi persis di ujung selatan sisi timur Malioboro atau tepatnya di Jalan Malioboro-Jalan A Yani. Apabila Anda menyusuri Jalan Malioboro menuju bagian arah selatan, nanti Anda akan melihat Pasar Beringharjo di sebelah kiri jalan. Apabila Anda tertarik untuk mengunjungi pasar ini Anda bisa datang di siang hari karena pasar ini buka sampai jam 17.00 WIB.

Link Lokasi Google Maps

Instagram :

Titik Nol Kilometer Jogja, Di Mana Hitungan Jarak Berawal

Titik Nol Kilometer Jogja, Di Mana Hitungan Jarak Berawal
10 (100%) 2 votes

Titik Nol Kilometer Jogja

Titik Nol Kilometer Jogja

Titik Nol KM adalah salah satu istilah untuk menyebut sebuah kawasan perempatan yang berada di Kantor Pos Besar Yogyakarta. Di kawasan ini juga terdapat Gedung Agung, Benteng Vredeburg, Gedung BNI, dan juga terdapat Monumen Batik serta Monumen Serangan Oemoem 1 Maret serta. Sebagai salah satu ruang publik, kawasan ini selalu dipadati masyarakat baik untuk tempat nongkrong, kumpul bareng komunitas ataupun mengadakan pertunjukan seni untuk memperlihatkan aksi kebolehan masing-masing. Dan banyak sekal kegiatan yang dapat dilakukan di tempat tersebut.

Banyak orang bingung saat ditanya titik nol Yogyakarta. Sebagian beranggapan bahwa titik nol kilometer yang dimaksud itu adalah keraton Yogyakarta. Dan ada juga yang menduga bahwa titik nol itu ada di tugu jogja atau tugu pal putih. Sebagian lainnya juga beranggapan bahwa itu adalah Alun-alun Utara dan malah ada yang bilang bah itu ada di antara dua pohon Beringin yang berada di tengahnya. Semuanya tidak tepat.

Terdapat sebuah papan informasi atau pengumuman resmi di depan bekas bangunan Senisono yang bisa menjadi petunjuk dimana lokasi Titik Nol Kilometer ini sebenarnya berada. Papan informasi itu menjelaskan bahwa Titik nol itu berada tepat di sekitar perempatan jalan yang ada di depannya. Pada akhir tahun 70-an hingga awal tahun 80-an, di tengah perempatan terdapat sebuah air mancur kota yang di perkirakan bahwa letak titik nol kilometer itu berada di lokasi air mancur tersebut.

Nol Kilometer Jogja

Foto by : tipswisatamurah.com

Kawasan di sekitar titik nol kilometer ini merupakan kawasan wisata sejarah. Di sebelah kiri dan kanan terdapat bangunan-bangunan kuno yang sering juga disebut loji. Yakni, bangunan-bangunan tua yang besar peninggalan Belanda. Kawasan Titik nol kilometer ini juga di jadikan sebagai sentra perekonomian bagi masyarakat Yogyakarta. Kawasan ini dijadikan sebagai sentra prekonmia dikarenakanlokasinya yang begitu strategis atau sebut saja itu Kawasan Malioboro, kawasan Jalan Kyai Ahmad Dahlan, Pasar Beringharjo, serta kawasan Jalan Wijilan yang selalu dipadati wisatawan. Setiap malam hari kawasan trotoar sekitar perempatan Jalan KH Ahmad Dahlan dan Jalan Jendral Ahmad Yani menjadi tempat nongkrong untuk menghabiskan malam bersama teman, sahabat, keluarga atau perkumpulan lainnya. Banyak komunitas juga berkumpul untuk mencari inspirasi dan menyalurkan bakat dengan berekspresi.

Link Lokasi Google Maps

Instagram :