Arsip Tag: Wisata Museum

Ada banyak museum-museum yang bertebaran di kota Yogyakarta, Inilah Objek Wisata Museum di Jogja yang Wajib di Kunjungi saat berkunjung di kota yogyakarta

Wisata Edukasi di Taman Tino Sidin Bantul Yogyakarta

Wisata Edukasi di Taman Tino Sidin Bantul Yogyakarta
10 (100%) 6 votes

tino sidin

Tino Sidin adalah salah satu sosok seniman yang terkenal di Indonesia pada era tahun 80-an lewat acara televisi yang dibawakannya yaitu (Gemar Menggambar) di TVRI. Jika kamu pernah menonton dan yang masih ingat dengan acara tersebut maka dapat dipastikan sekarang kamu sudah tua :D.

Gemar Menggambar adalah sebuah acara televisi jadul yang mangajak semua anak-anak Indonesia untuk belajar menggamar dari rumah, tak hanya itu semua anak dari Indonesia bisa mengirimkan gambar hasil karyanya sendiri kemudian dikirimkan ke acara tersebut.

Lalu gambar tersebut akan dinilai pada akhir acara, dari semua gambar yang berhasil dikirim tak semuanya dapat dinilai langsung oleh pak Tino karena terbatasnya waktu, dan dari seluruh gambar yang selama ini dia nilai tak pernah sekalipun beliau mengatakan jelek atau kurang bagus.

Baca juga: Museum Affandi, Melihat Galeri Sang Maestro Lukis

taman tino sidin

Semua gambar yang dia nilai semuanya dikatakan bagus, sampai beliau terkenal dengan jargonnya yakni (Ya. Bagus.! Teruskan). Semua gambar yang dia nilai di acara Gemar Menggambar akan medapatkan penilaian seperti itu.

Selain itu ada satu hal lagi yang membuat pak Tino Sidin semakin nyentrik dengan gayanya, beliau selalu menggunakan topi baret berwarna hitam dengan kuncup kecil diujung atas, Topi tersebuat menjadi ciri khas tersendiri bagi pak Tino Sidin hingga saat ini.

Beliau wafat pada tahun 1995 di usia 70 tahun. Sebelum meninggal beliau pernah berniat untuk mendirikan sebuah taman gambar atau museum bagi anak-anak Indonesia, keinginannya ini muncul karena ingin seperti Ismail Marzuki yang namanya diabadikan pada Taman Ismail Marzuki.

Ide ini baru terealisasikan pada 4 Oktober 2014. Taman Tino Sidin rampung dibangun dan diresmikan secara langsung oleh Menteri Pendidikan & Kebudayaan RI (Prof. Mohammad Nuh). Taman ini terletak di Jalan Tino Sidin No. 297, Kadipiro, Ngestiharjo, Kecamatan Kasihan, Kabupaten Bantul, Yogyakarta.

Baca juga: Museum dan Sejarah Keraton Yogyakarta

karya tino sidin

Taman Tino Sidin bukanlah suatu tempat yang berbentuk taman terbuka, melainkan seperti sebuah museum kecil atau tetenger yang berisi karya-karya Tino Sidin, dari karya lukis, sketsa, memorabilia, buku dan arsip-arsip pribadi beliau terdapat di taman ini.

Begitu pertama melihat melihat Taman Tino sidin dari depan, sedikit terbesit dalam hati bentuk bangunannya terbilang sangat unik, luas dan nyaman. Ternyata taman Tino Sidin ini selain difungsikan sebagai museum juga digunakan sebagai tempat tinggal dan ruang publik, tak jarang disini sering degelar berbagai acara keluarga dan sarasehan kegiatan seni.

Baca juga: Jalan-jalan ke Museum De Arca & Museum De Mata Yogyakarta

taman tino sidin

Memasuki ke dalam ruangan kamu akan diajak mengenal Tino Sidin lebih dalam, berjejer karya, dokumen serta biografi dari sang guru gambar pak Tino sidin, tak hanya itu, museum ini juga menyimpan perpustakaan yang bisa mejadi sumber informasi bagi anak-anak yang sedang berkunjung.

Taman Tino Sidin dibangun dengan harapan dapat mengembangkan minat menggambar anak-anak masa kini dengan mengenal sosok dari Tino Sidin, selain itu diharapkan agar museum ini bisa menjadi wadah dari kegiatan-kegiatan seni yang dilakukan pelajar serta masyarakat sekitar.

Setelah puas berkeliling melihat galeri Tino Sidin, jangan lupa untuk mencicipi kuliner khas Kadipiro, apalagi kalau bukan soto kadipiro. Soto yang wajib dicoba saat kamu sedang berwisata di Yogyakarta, soto ini sudah sangat melegenda sejak lama. Di sepanjang jalan wates KM 3 dapat kita lihat pedangan soto ini berjejer dikiri dan kanan jalan.

Instagram

 

Museum Affandi, Melihat Galeri Sang Maestro Lukis

Museum Affandi, Melihat Galeri Sang Maestro Lukis
Rate this post

foto affandi

Museum Affandi merupakan galeri yang menampung berbagai hasil karya seni dari sang maestro lukis Indonesia yaitu Affandi. selain berbagai macam lukisan, disini juga terdapat karya-karya seni lainnya dari beberapa seniman teman dari almarhum Affandi.

Museum ini terletak di samping sungai Gajah Wong, Jalan Laksda Adisucipto, jalan yang menghubungkan Yogyakarta dan Solo (Surakarta). Lukisan hasil karya Affandi yang terpajang di sini kurang lebih berjumlah 300 buah, dari lukisan kecil sampai lukisan berukuran besar.

Bicara tentang sosok Affandi, beliau adalah salah seorang seniman yang sangat berpengaruh di jamannya, nama lengkapnya adalah Affandi Koesoema, lahir di Cirebon Jawa Barat pada tahun 1907. Kebanyakan lukisan yang dihasilkan darinya bergaya Ekspresionis (abstrak) dan Romantisme.

galeri affandi

Affandi bahkan sudah sangat dikenal di dunia internasional berkat pameran-pamerannya yang digelar di berbagai negara seperti Inggris, India, Amerika, Australia dan Eropa sekitar tahun 1950-an. Bisa dibilang, beliau adalah pelopor seniman di Indonesia, mengangkat derajat para seniman dan lebih dihargai lagi.

Di usianya yang sudah tua Affandi masih tetap produktif dalam berkarya, beliau menghasilkan ribuan lukisan selama hidupnya. Untuk mengapresiasi hasil karya sang maestro, maka dibangunlah sebuah galery yang diberi nama Museum Affandi ini.

Museum Affandi didirikan pada tahun 1973 diatas tanah dimana ia tinggal di Yogyakarta, seteleh museum ini rampung, kemudian dibuka dan diresmikan langsung oleh Mentri Pendidikan dan Kebudayaan saat itu yakni Fuad Hassan.

Affandi adalah sosok seniman sederhana dalam kesehariannya, beliau dikenal tak suka membaca buku dan berteori panjang lebar tentang sesuatu. Baginya melukis merupakan sesuatu hal yang dapat menyampaikan pemikirannya, melukis sudah seperti kebutuhannya. Walaupun terkadang sebagian karya lukisnya yang bergaya abstrak sangat sulit untuk diterjemahkan, namun inilah yang menjadi ciri khas dari sang maestro.

Baca juga: Museum dan Sejarah Keraton Yogyakarta

galeri pertama

Di museum ini terdapat tiga buah galeri, pada galeri pertama kamu harus membeli karcis atau tiket masuk terlebih dulu sebesar Rp.20.000 (gratis soft drink/ice cream) untuk wisatawan domestik, dan Rp.50.000 untuk wisatawan manca negara (gratis soft drink dan hadiah berupa souvenir).

Satu hal yang tak boleh terlewat untuk sekedar informasi, buat kamu yang membawa kamera untuk memotret di museum ini akan dikenakan biaya sebesar Rp.20,000/kamera.

Pada galeri pertama kamu akan disambut dengan mobil klasik (Col Gallant) berwarna hijau dan sepeda onthel yang dipajang dalam ruangan ini, serta beberapa lukisan yang dipajang karya Affandi. Nuansa klasik memang sengaja dihadirkan kedalam museum ini untuk menambah kesan artistik.

Seluruh lukisan yang ada di galeri 1 ini semuanya adalah karya Affandi, menceritakan sejarah hidup sang maestro berserta keluarga tercintanya, untuk itu lukisan disini tidak dijual.

Setelah puas melihat isi galeri 1, jangan terburu-buru dulu karena dalam perjalanan dari galeri 1 ke galeri 2 terdapat makam Affandi berserta istrinya Maryati. Kamu bisa melihat kedua makam ini saling berdampingan, bersih dan tertata rapi.

Baca juga: Jalan-jalan ke Museum De Arca Museum De Mata Yogyakarta

karya affandi

Kemudian memasuki galeri 2 kamu akan diajak melihat berbagai macam lukisan dari seniman kondang lainnya di Indonesia seperti Popo Iskandar, Basuki Abdullah, Hendra, Fajar Sidik, Rusli dan lainnya. Harga lukisan yang terdapat di galeri 2 ini cukup fantastis, berkisar antara harga Miliaran rupiah. Bayangkan saja harga satu lukisan sebanding dengan sebuah rumah mewah.

Lanjut ke galeri 3,  disini kamu dapat melihat beberapa lukisan karya Maryati dan Rubiyem istri kedua Affandi, selain itu hal yang sangat menonjol dari galeri terakhir ini adalah terdapat tayangan video yang menceritakan saat Affandi sedang melukis di pantai Parangtritis.

Museum Affandi tak hanya menjadi tempat lukisan dan karya seni saja, disini juga dibangun sekolah melukis bagi anak-anak usia SD sampai SMP dan juga cafe loteng sebagai tempai beristirahat dan bersantai para wisatawan sehabis berkeliling galeri.

Instagram

 

5 Spot Foto di Keraton Yogyakarta yang Lagi Hits

5 Spot Foto di Keraton Yogyakarta yang Lagi Hits
7.2 (72%) 5 votes

Keraton jogja

Keraton Yogyakarta

Samapi hari ini tahta pemerintahan Keraton Jogjakarat masih berjalan dengan baik, dan semunya itu sudah ditujukan untuk selalu menjaga budaya yang ada di dalam Keraton.

Yogyakarta memang istimewa, keberadaannya yang mampu bertahan melawan jaman yang membuat orang-orang berdecak kagum. Kota kaya seni budaya dengan kejayaan masalalunya ini seakan menjadi magnet yang menarik bagi wisatawan untuk datang dan datang lagi.

Daerah Istimewa Yogyakarta awalnya merupakan wilayah kesultanan ngayokyakarta hadiningrat, pendirinya adalah Raden Mas Sujana yang setelah dewasa bergelar Pangeran Mangkubumi. Sosok yang mewarisi darah prawijaya lima dari kerajaan majapahit dan panembahan senopati pendiri mataram Islam.

Keraton

Keraton Yogyakarta

Regol Donopratopo merupakan gerbang penghubung masuk kompleks Kedhaton. Di muka gerbang terdapat sepasang arca raksasa Dwarapala yang dinamakan Cinkorobolo di sebelah timur dan Bolobuto disebelah barat.

Kedhaton merupakan tempat bertemunya Raja dengan semua pemangku Kraton. Dengan suasana bangunan joglo yang indah dan berupa ornamen ala Jawa Arab menghiasi di setiap tembok dan pilar. Halaman Kedhaton di rindangi oleh pepohonan Sawo kecil yang menambah suasana sakral jawa lebih jenuk dan menarik.

Abdi Dalem merupakan para penjaga (pekerja khusus) kraton. Di kompleks Kedhaton, mereka selalu menghadap ke arah Kedhaton dan tidak diperbolehkan membelakinya. Selalu menghadap Kedhaton merupakan salah satu cara untuk menghormati Rajanya. Sebab Kedhaton merupakan simbol Raja dan dinasti tempat beliau biasanya duduk.

Keraton DI Yogyakarta

Keraton Yogyakarta

Ternyata Kraton Yogyakarta memiliki peranan penting dalam melestarikan nilai-nilai tradisi dan budaya yang masih di junjung tinggi oleh masyarakatnya. Namun tidak banyak orang yang tau tentang mengenai awal berdirinya kraton Yogyakarta dan perjalannanya sampai saat ini.

Posisi tata letak geokrapis Yogyakarta sangat strategis, karena berlokasi tepat di tengah tengah antara Gunung Merapi dan Pantai Laut Lelatan. Berada di tengah-tengah antara Gunung dan lau merupakan likasi yang baik pada saat itu, karena kedua lokasi tersebut sama-sama sangat di perluka sehingga lokasinya dipiliah di antara keduanya.

Pada jaman dulu gunung itu merupakan tempat kayangan para dewa dan sedangkan pantai sebgai tempat raja lautan. Sehingga itulah dipakai titik tanda untuk mendirika ibukota kerajaan dan agar bisa selalu mendang, dan untuk mendekatkan ke Gunung Merapi di bangun lah sebuah tugu yang disebut Tugu Pal dan untuk menghadap ke pantai selatan dimangunlah Krapyak.

Link Lokasi Google Maps

Instagram :

Jalan-jalan ke Museum De Arca & Museum De Mata Yogyakarta

Jalan-jalan ke Museum De Arca & Museum De Mata Yogyakarta
5.3 (53.33%) 3 votes

Museum De Arca & Museum De Mata

Museum De Arca & Museum De Mata

Selain jalan-jalan menikmati kuliner di Jogjakarta, Anda juga dapat menikmati berbagai wahana lainnya yang ada di Yogyakarta seprti museum yang satu ini lagi happening banget. Kalau di Thailand terdapat Museum Patung Lilin Madame Tussauds, Nah.. di Jogjakarta juga terdapat Museum Patung De Arca.

Semua patung lilin yang ada di Museum Patung De Arca ini adalah merupakan hasil karya seniman Jogja, museum ini terbagi menjadi beberapa area, salah satunya adalah area toko dan selebriti Internasional. Disini Anda akan menemui berbagai jenis patung superhero seperti Hulk, Captain Amerika, Spiderman, Iron man versi jawa. Kemudian terdapat juga area tokoh-tokoh dunia sehingga Anda bisa melihat presiden dan menteri dari berbagai negara.

Museum De Arca & Museum De Mata Yogyakarta

Museum De Arca & Museum De Mata

Bukan hanya cuma Museum De Arca nih, di gedung yang sama dengan lantai yang berdeda tepatnya di lantai bawah Anda akan menemui Museum De Mata. Kalau Museum De Arca bertemakan patung tiga dimensi sedangkan Museum De Mata berbeda, Museum yang satu ini merupakan wall-art tiga dimensi pertama yang ada di Indonesia. Disini Anda bisa berfoto-foto dengan gaya yang unik.

Baca

Datang ke Museum De Mata yang satu ini Anda akan menjumpai berbeagai macam jenis gambar tiga dimensi yang unik-unik. Dan cocok banget nih bagi Anda yang suka berfoto-foto dengan berbagai backround yang unik dan lucu. Jika Anda tidak bisa bergaya Anda tidak usah khawatir kalau misalkan nanti hasil fotonya jelek, karena semua perlengkapan yang ada di Museum De Mata ini  sudah di atur mulai dari gambar, lampu dan posisi berdiri.

Museum De Arca dan Museum De Mata

Museum De Arca & Museum De Mata

Jika Anda tertarik untuk mengunjungi museum tersebut Anada bisa datang ke Pasar Seni XT Square, Jl Veteran, Pandeyan, Yogyakarta. Sedangkan untuk tiket masuk jika ingin menikmati dan menyaksikan koleksi patung yang ada di Museum De Arca ini Anda dapat membayar sebesar Rp 50.000. Dan jika ingin membeli tiket terusan untuk masuk ke Museum De Mata Anda perlu membaya sebesar Rp 75.000.

Museum De Arca ini buka setiap hari dan mulai beroperasi mulai pukul 10.00 – 22.00 WIB. Apabila Anda masih bingung tentang lokasi museum tersebut Anda bisa klik link lokasi google maps dibawah ini.

Link Lokasi Google Maps

Instagram :

Museum Ullen Sentalu Sajikan Seni & Budaya Jawa Dengan Unik

Museum Ullen Sentalu Sajikan Seni & Budaya Jawa Dengan Unik
4 (40%) 1 vote

OLYMPUS DIGITAL CAMERA

Museum Ullen Sentalu

Kali ini kita akan membahas tentang museum yang ada di Seleman Yogyakarta, disana terdapat salah satu museum terbaik di indonesia, namanya museum adalah Museum Ullen Sentalu. Selain menikmati keindahan suasanannya, disana Anda bisa bisa memperkuat pengetahuan tentang seni dan budaya jawa khususnya dari jaman kerajaan mataram.

Sebagai cara untuk menyajikan beragam informasi sekitar seni dan budaya jawa yang ada dengan cara berbeda. ini lah Museum Ullen Sentalu yang terletak di kawasan Kaliurang Seleman Yogyakarta. Disini pengunjung akan disambut dengan rimbunnya pepohonan dan sejuknya udara yang ada dilereng Gunung Merapi.

Dan begitu saat masuk kedalam kawasan museum mata akan dimanjakan dengan keindahan arsitektur yang kental akan pilosopi masyarakat jawa. Salah satunya dengan letak bangunan yang berada di dalam garis imajiner, yang menghubungkan antara Gunung Merapi, Kraton Jogjakarta dan laut selatan.

Museum Ullen Sentalu bangunan

Museum Ullen Sentalu

Tak perlu khwahatir tersetat, para pemandu handal siap mengantar Anda berkeliling dan menjelaskan secara rinci sejarah yang ada di museum tersebut. Termasuk soal kisah dibalik ratusan koleksi seni dan budaya jawa peninggalan kerajaan mataram. Dan satu hal yang perlu dingat, pengunjung dilarang berfoto atau mengambil gambar dalam bentuk apapun.

Museum Ullen Sentalu terbagi atas beberapa ruangan, yang pertama ruang seni dan gamelan, konon seorang sultan harus mampu menciptakan karya seni. Raja kesultanan Jogjakarta sultan hamengkubuwono  ke-9 telah menciptakan sembilan tarian. Salah satunya merupakan tari menak, tarian yang bercerita tentang pertarungan dua putri berbeda eknis yang memperrebutkan seorang pangeran. Dan terdapat juga ruangan selanjutnya yang merupakan ruang pamer koleksi lukisan para tokoh besar di Dinasti Mataram.

Saat Anda berjalan di depan lukisan-lukisan yang terdapat di Museum Ullen Sentalu ini, Anda akan merasa seperti diawasi. Hal ini dikarenakan cara teknik melukis pada bagian mata di setiap tokoh di lukis dengan menggunakan teknik tiga dimensi, sehingga matanya terasa seperti mengikuti kemana saja pengunjung berada.

Museum Ullen Sentalu

Museum Ullen Sentalu

Di Museum Ullen Sentalu ini terdapat juga ruangan yang menampilkan beragam koleksi batik, sehingga pengunjung bisa melihat dengan jelas perbedaan karakter antara batik Jogjakarta dan bati Solo.

Museum Ullen Sentalu ini tak hanya mampu menumbuhkan kecintaan akan warisan budaya, akan tetapi hal lain yang mengikat dan elegan menjadikan museum ini sebagai salah satu museum terbaik di Indonesia. Yang tentunya wajib masuk dalam daftar tujuan wisata saat berkunjung ke Jogjakarta.

Link Lokasi Google Maps

Instaram :

Wisata Sejarah Benteng Vredeburg Yogyakarta

Wisata Sejarah Benteng Vredeburg Yogyakarta
8 (80.45%) 44 votes

Benteng Vredeburg

Benteng Vredeburg adalah salah satu bangunan peninggalan kolonial Belanda di Yogyakarta, benteng ini sangat terkenal di Jogja karena memiliki nilai histori yang cukup panjang dan masih bertahan hingga saat ini. Benteng Vredeburg kini menjadi museum yang didalamnya terdapat beberapa karya seni, patung, bangunan dan berbagai macam senjata peninggalan jaman Belanda.

Sejarah mencatat benteng ini dibangun Belanda atas persetujuan Sri Sultan Hamengkubuono I pada tahun 1765, tanahnya milik pemerintahan Keraton Jogja tapi hak milik penggunaan benteng ini di kuasai oleh pihak Belanda.

Dan Belanda dengan siasat liciknya pada masa itu dengan mudah mengawasi pergerakan aktifitas Keraton dari benteng ini, dan setelah timbul perpecahan di antara kedua belah pihak, benteng ini menjadi pertahanan Belanda dengan dibangun parit-parit kecil mengelilingin seluruh sisi luar Benteng Vredeburg.

Baca juga: Primadona Wisata Malam Alun-Alun Selatan Yogyakarta

wisata museum jogja

Pada mulanya benteng ini bernama Rustenburg yang dapat diartikan sebagai (Benteng Peristirahatan). Benteng Vredeburg terletak di Jl. Jend. A. Yani No 6, atau ujung selatan dari jl. Malioboro, lokasinya juga sangat dekat dengan Titik Nol (Nol Kilometer Kota Jogja).

Secara histori tercatat bangunan ini dari pertama berdiri sampai sekarang telah mengalami perubahan fungsi yaitu pada tahun 1760 – 1830 berfungsi sebagai benteng pertahanan, di tahun 1830 -1945 berfungsi sebagai markas militer Belanda sampai Jepang, lalu di tahun 1945 – 1977 sebagai markas militer RI.

Di dalam Museum Benteng ini terdapat beberapa bangunan administrasi bercorak khas bangunan Belanda dengan tembok yang tebal berwarna putih dan banyak menara penyangga. Karena Benteng ini dulunya menjadi saksi perjuangan rakyat Yogyakarta demi merebut kemerdekaan Indonesia, kini Benteng Vredeburg terkenal menjadi ikon Museum Khusus Perjuangan Nasional rakyat Jogja, dan menjadi wisata edukasi yang dipadu bumbu sejarah.

Baca juga: Mengenal Lokalisasi Pasar Kembang Yogyakarta

wisata sejarah

Benteng Vredeburg sendiri memiliki bentuk persegi dengan menara pos penjaga di setiap ujungnya, berdiri diatas tanah seluas 2100 meter membuat benteng ini terlihar besar saat memasukinya, suasana di dalam benteng sudah di tata sedemikian rupa untuk menarik perhatian para pengunjung, di halaman dalam benteng juga terdapat patung yang menggabarkan perjuangan rakyar Indonesia melawan Belanda.

Museum ini hanya tutup pada hari Senin dan saat tanggal merah atau hari libur nasional, jadi selain pada hari itu benteng ini selalu buka. Untuk biaya masuk, orang dewasa hanya dikenakan sebesar Rp.2000 dan anak-anak Rp.1000.

Dengan biaya masuk yang sangat murah kita bisa menikmati berbagai fasilitas seperti Perpustakaan, Ruang Pertunjukan, Ruang Seminar, Diskusi, Ruang Belajar Kelompok Hotspot gratis dan Mushola. selain menambah wawasan tentang sejarah kita juga bisa belajar sedit tentang budaya rakyat Yogyakarta disini.

Instagram

 

Wisata Edukasi Taman Pintar Kota Pelajar Yoyakarta

Wisata Edukasi Taman Pintar Kota Pelajar Yoyakarta
Rate this post

wisata-pintar

Wisata pendidikan Taman Pintar Yogyakarta adalah salah satu tempat wisata edukasi yang paling sering dikunjungi di Yogyakarta. Jika belum mengunjungi tempat wisata yang satu ini rasanya Anda belum mengunjungi Kota Yogyakarta karena wisata ini sangat populer sekali sebagai taman wisata edukasi Yogyakarta. Taman pintar ini sangat cocok sekali bagi Anda yang ingin mengajak keluarganya berlibur kesini, karena tempatnya sangat edukasi untuk memberikan pendidikan sambil bermain bersama keluarga dan anak-anak.

Permainan-permainan yang ada di dalam bagunan Taman Pintar ini berupa permainan-permainan berpenampilan nuansa moderen sehingga anak-anak tertarik untuk mengunjunginya. Wisata ini memang di desain sebagai taman wisata keluarga karena model edukasi yang diberikan merupakan perpaduan antara pendidikan dan permainan.

Dengan menggunakan media yang sangat menarik sehingga rasa penasaran anak-anak terpancing untuk berkreativitas dan lebih mengetahui lebih dalam lagi tentang IPTEK. Jadi tidak ada batasan usia untuk datang ke tempat wisata Taman Pintar ini, baik itu usia pra seolah sampai usia lanjut masih dapat menikmatinya untuk mendapatkan pencerahan belajar ilmu dan tekhnlogi (IPTEK).

wahana taman pintar

foto by reportaseharga.com

Taman Pintar ini dibangun mulai bulan Mei 2006 di atas tanah seluas 12000 m2 yang didirikan oleh Herry Zudianto SE, Akt, MM sebagai Walikota Yogakarta. Kemudian diresmikan pada tanggal 9 Juni 2007 oleh Gubernur DI Yogyakarta Sultan Hamengku Buwono X beserta 2 menteri Riset dan Tekhnologi pada waktu itu. Para wisatawan yang berkunjung dapat menyaksikan hasil karya dari sebuah inovasi dan tekhnologi dan berbagai macam permainan lainnya yang cukup menarik dan banyak mengadung unsur edukasi bagi anak-anak.

Terciptanya wisata Taman Pintar Yogyakarta ini sebelumya karena terinsfirasi dari berdirinya pusat peragaan ilmu dan tekhnologi yang sudah ada sebelumnya yaitu Taman Mini Indonesia Indah yang berlokasi di DKI Jakarta. Adapun tujuan dibangunya taman wisata ini adalah sebagai bentuk pengembangan daerah dan meningkatkan mutu pemahaman materi pendidikan yang diberikan di bangku sekolah karena menurunya minat baca masyarakat dan anak-anak pada umumnya.

Taman Pintar Yogyakarta ini berlokasi di Jl. Penembahan Senopati No.03 Yogyakarta. Dulunya tempat ini digunakan sebagai shooping center dan sekarang sudah dipindahkan kesebelah utara taman ini yang bersebelahan dengan Taman Budaya Yogyakarta.

Intip Koleksi Museum Pusat TNI AU Dirgantara Mandala

Intip Koleksi Museum Pusat TNI AU Dirgantara Mandala
10 (100%) 1 vote

museum pusat tni

Dasar utama didirikannya museum pusat di lingkungan TNI AU adalah dengan dikeluarkanya surat keputusan dari Panglima TNI Angkatan Udara Nomor 491 pada tanggal 06 Agustus 1960 yang berisikan tentang Dokumentasi, Sejarah dan Museum TNI Angkata Udara.

Museum TNI AU ini diresmikan oleh Panglima Angkatan Udara Laksamana Udara Rusmin Nuryadin pada tanggal 04 April 1969 pada saat itu sedang berkeduduka di makowilu V Tanah Abang Bukit, Jakarta.

Mengingat Kota Yogyakarta merupakan tempat lahir dan pusat perjuangan TNI AU pada periode 1945-1949 juga sebagai tempat penggodokan Karbol AAU, sehingga Museum AURI yang ada di Jakarta dipindahkan  ke Museum Ksatrian TNI AAU di pangkalan Adisucipto Yogyakarta pada bulan November tahun 1977. Setelah dipindahkan maka museum tersebut diresmikan sebgai Museum Pusat TNI AU Dirgantara Manda pada tanggal 29 Juli 1978.

koleksi

Karena koleksi yang semakin bertambah, museum tersebut tidak sanggup untuk menampung koleksi sehingga museum tersebut di pindahkan ke Wonocatur yang merupakan gedung bersejarah pada saat penjajahan Belanda. Pada masa penjajahan gedung ini berfungsi sebagai pabrik gula dan juga sebagai Depo Logistik.

pesawat

Saat ini koleksi Museum TNI AU sudah lebih dari 10.000 koleksi komponen alutsista dan 40 pesawat terbang dari negara Timur sapai Barat. Selain itu terdapat juga koleksi foto-foto, diorama-diorama, lukisan-lukisan, tanda-tanda kehormaan dan lain sebagainya yang tersusun dan tertata rapi sesuai dengan berdasarkan kronologi peristiwa.

Jika tertarik untuk mengunjungi Museum Pusat TNI AU tersebut Anda bisa langsung datang ke lokasi yang terletak di ujung perbatasan Kabupaten Bantul dengan Kabupaten Sleman atau lebih tepatya di komplek Pangkalan Udara TNI AU Adisucipto Yogyakarta. Lokasi tersebut tidak begitu jauh dari Kota Jogjakarta hanya sekitar 6 KM ke arah timur dari Kota Jogja.

Sedangkan harga tiket masuk ke Museum Pusat TNI AU ini sebesar Rp 3000 untuk perorangan dan Rp 2000 untuk rombongan minimal 30 orang. Museum ini beroperasi atau buka dari hari Senin sampai Minggu jam 08.30-15.00

Monumen Jogja Kembali (MONJALI), Museum yang Wajib Dikunjungi di Jogja

Monumen Jogja Kembali (MONJALI), Museum yang Wajib Dikunjungi di Jogja
8 (80%) 5 votes

Monjali (1)
Monumen Jogja Kembali (MONJALI) merupakan salah satu tempat wisata sejarah yang ada di Yogyakarta. Monjali merupakan lambang kembalinya Pemerintahan Republik Indonesia yang menjadi bukti sejarah ditarik mundurnya pasukan Belanda dari daeroh Jogja pada tanggal 29 Juni 1949. Pada saat itu juga Presiden Soekarno dan Wakil Presiden Mohammad Hatta dan pejabat lainnya kembali ke Yogyakarta pada tanggal 06 Juli 1949 dari pengungsian.

Bagunan ini selain berfungsi sebagai museum peninggalan kerajaan Yogyakarta juga terdapat beberapa obyek wisata yang dibuat  atau diciptakan oleh para pengelolah wisata monumen jogja kembali. Obyek wisata ini diciptakan untuk membangun daya tarik wisatawan untuk lebih menikmati fasilitas yang telah disediakan oleh pihak pengelolah museum monumen jogja kembali.

Apabila Anda tertarik untuk mengunjungi museum MONJALI ini dijamin tidak bakalan nyesal karena selain Anda dapat menikmati tempat wisatanya Anda juga akan mendapat banyak ilmu tentang berbagai macam informasi sejarang Yogyakarta dimasa lalu yang sangat berharga dan bermanfaat.monumen-monjali
Bagi Anda pengunjung wisatawan monumen jogja kembali telah disediakan beberapa fasilitas yang dapat digunakan untuk lebih nyaman sewaktu berkunjung. Fasilitas yang tersedia seperti tempat parkir yang luas sehingga dapat menampung seluruh kendaraan pengunjung. Kemuadian  terdapat juga kolam kecil yang di hiasi berbagai macam jenis ikan yang dapat menambah daya tarik pengunjung.

Selain fasilitas tersebut ada juga fasilitas tambahan pada malam hari berupa taman pelangi yang begitu indah untuk semua kalangan. Tempat ini memang sangat cocok untuk dijadikan sebagai tempat bersantai baik untuk keluarga maupun para pemuda pemudi yang ingin menghabiskan malamnya dengan bersantai.taman-pelangi
Untuk biaya tiket masuk ke dalam monumen dikenakan biaya sebesar Rp 50000 untuk orang dewasa dan untuk warga asing dikenakan biaya sebesar Rp 7500 sedangkan untuk pengunjung rombongan minimal 30 orang akan diberikan diskon tiket sebesar 10% dan untuk anak-anak TK diberikan diskon 50%dari harga normal.

Tempat ini beroperasi atau buka tepat jam 08.00 sapai 16.00 untuk museumnya sedangkan untuk taman pelanginya dimalam hari buka sampai jam 21.00. Dan khusus hari senin monumen jogja kembali ini libur atau tutup.

Mengunjungi Museum Gunung Merapi

Mengunjungi Museum Gunung Merapi
10 (100%) 1 vote

museum merapi

foto : kitasatu.com

Museum Gunung Merapi (MGM) yang terletak di kawasan lereng selatan merapi Yogyakarta merupakan salah satu kawasan wisata, kawasan ini diharapkan menjadi wahana edukasi konservasi yang berkelanjutan serta pengembangan ilmu kebencanaan gunungapi, gempa bumi, dan bencana alam lainnya. Obyek wisata ini diresmikan pasa tanggal 1 Oktober 2009 oleh Bapak Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Purnomo Yusgiantoro.

Museum yang memiliki semboyan “Merapi Jendela Bumi ” ini terletak di atas lahan seluas 3,4 haktar dan dengan luas bangunan 4.470 meter persegi. Suasana di lingkungan museum ini sangatlah sejuk dan cenderung dingin apalagi saat menuju pelataran museum, jika cuaca sedang cerah maka puncak merapi yang kokoh akan terlihat sebagai backround dari bangunan museum.

Museum Gunung merapi ini juga dapat dijadikan sebagai sarana pendidikan yang dapat penyebarluasan informasi dan aspek kegunungapian khususnya dan kebencanaan geologi lainnya yang bersifat rekreatif-edukatif untuk masyarakat luas yang bertujuan untuk memberikan wawasan dan pemahaman tentang aspek ilmiah, maupun sosial-budaya dan lain-lain yang ada kaitannya dengan Gunung Api dan sumber kebencanaan geologi lainnya.

Museum Gunung Api ini diharapkan dapat menjadi solusi alternatif sebagai sarana yang sangat penting dan potensial sebagai pusat layanan informasi kegunungapian dalam upaya mencerdaskan kehidupan masyarakat, serta sebagai media dalam meningkatkan kesadaran dan kewaspadaan masyarakat tentang manfaat dan ancaman bahaya letusan Gunung Api serta bencana geologi lainnya.

gunung api

foto : www.belantaraindonrsia.in

Ada beberapa Informasi yang bisa kita dapatkan saat mengunjungi museum gunungapi, diantaranya:

  1. Informasi ilmiah kegunungapian, kegempaan dan gerakan tanah yang merupakan proses dinamika geologi, dicerminkan diantaranya dalam informasi model pembentukan, mekanisme terbentuknya maupun proses-proses yang menyertainya.
  2.  Informasi fenomena gunungapi terbentuk sebagai hasil proses-proses geologi, yang tampil dipermukaan bumi diantaranya berupa bentang alam gunungapi, struktur geologi gunungapi, produk hasil letusan gunungapi, dan produk-produk hasil proses lainnya.
  3. Informasi mitigasi bencana gunungapi, gempabumi, tsunami, gerakan tanah yang ditampilkan dalam bentuk informasi sistem monitoring, penelitian dan pengamatan, sistem peringatan dini, dan upaya mitigasi bencana diantaranya menyangkut sistem penyelamatan masyarakat terhadap ancaman bahaya letusan gunungapi, kegempaan dan gerakan tanah.
  4. Informasi sumberdaya gunungapi, sebagai potensi yang dapat dimanfaatkan bagi kesejahteraan masyarakat, pengembangan infra-struktur dan lainnya.
  5. Informasi aspek sosial budaya diantaranya menyangkut kehidupan, budaya/tradisi, mitos dan lainnya yang berkaitan dengan lingkungan dan keberadaan suatu gunungapi.

Google Maps

 

 

On Instagram