Arsip Tag: Wisata Lainnya

Kolam Renang Tertinggi di Jogja, Indoluxe Hotel

Kolam Renang Tertinggi di Jogja, Indoluxe Hotel
9.3 (93.33%) 3 votes

kolam-renang-indoluxe-hotel

Kolam Renang Indoluxe Hotel

Jogjakarta memang selalu menawarkan beragam hal yang dapat memikat wisatawan sehingga selalu di rindukan untuk di kunjungi. Seperti halnya hotel yang satu ini yang menawarkan fasilitas rooftop swimming pool yaitu Hotel Indoluxe. Hotel Indoluxe adalah satu-satunya hotel yang memberikan fasilitas kolam renang tertinggi di Jogjakarta dan menjadikan daya tarik tersendiri untuk hotel tersebut.

Kolam renang Indoluxe Hotel ini berlokasi di kota gudeg, Jalan Palgan Tentara Pelajar, Ngalik, Sleman, Yogyakarta persis berada di pinggir jalan palagan dekat dengan prempatan ring road utara atau sebelah timurnya Monumen Jogja Kembali. Fasilitas rooftop swimming pool merupakan salah satu fasilitas terbaru yang ada di jogjakarta.

Baca Juga: Kolam Renang Outdoor Universitas Negeri Yogyakarta

Di atas Hotel Indoluxe ini Anda bisa menikmati olahraga air dengan berenang sambil menikmati pemandangan Kota Jogja dari ketinggian. Selain menikmati pemandangan kota Anda juga bisa menikmati pemandangan pegunungan yang ada di sekitar Kota Jogja termasuk Gunung Merapi. Pemandangan dari kolam renang yang ada di atas hotel ini memang cukup memanjakan mata sambil bersantai dan menikmati Jogja dengan cakrawala yang berbeda..

Disini Anda juga bisa menikmati beragam menu makan internasional yang menarik bernama Gandhiva Restaurant yang terletak di lantai 6 dan 7 hotel. Resto ini cukup recommended dijadikan sebgai salah satu lokasi terbaik untuk menikmati sarapan pagi, santap siang atau malam Anda.

kolam-renang-indoluxe-hotel-jogja

Kolam Renang Indoluxe Hotel

Hotel Indoluxe ini memang memberikan banyak sekali fasilitas yang cukup memanjakan pengunjung untuk berlama-lama tinggal di hotel tersebut. Selain kolam renang dengan pemandangan yang begitu indah di hotel tersebut juga terdapat sebuah ruangan Fitness yang dapat dinikmati pengunjung.

Hotel ini memang sangat recommeded sekali karena fasilitas yang dibuat sudah di desain sedemikian rupa agar saling berkaiatan. Seperti tempat Fitness yang dibuat sangat berkaitan dengan fasilitas kolam renag yang tersedia, diamana setelah selesai olahraga Fitnes akan lebih enak bila langsung berenag.

On Instagram

Kolam Renang Outdoor Universitas Negeri Yogyakarta (UNY)

Kolam Renang Outdoor Universitas Negeri Yogyakarta (UNY)
10 (100%) 1 vote

kolam-renang-uny

Kolam Renang UNY

Kolam Renang UNY adalah salah satu kolam renang outdoor yang ada di Jogjakarta. Kolam renag ini berlokasi tepat di kampus Universitas Negeri Yogyakarta (UNY) atau lebih jelasnya di Jalan Colombo No.1, Kec.Depok, Kab. Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta.

Kolam renang ini terbuka untuk umum dsn cocok juga untuk keluarga, karena dilokasi tersebut terdapat bayak jenis kolam renang yang disediakan baik untuk anak-aanak maupun orang dewasa. Contohnya untuk kolam renang anak memiliki kedalaman sekitar 1-1,5 meter dan kolam panjang untuk campuran anak-anak dan orang dewasa yang sering juga dibuat sebgai tempat latihan renang dan lomba. Serta terdapat juga sebuh kolam renang yang memiliki kedalaman 7 meter yang digunakan untuk gaya indah dan sering juga dijadikan sebgai tepat menyelam.

Baca Juga : Kolam Renang Indoor Tirta Sari Jalan Kaliurang

Kolam Renang UNY ini sangat ramai pengunjung apalagi pada hari libur. Untuk menikmati kolom renang ini akan dikenakan tikett masuk Rp 8000 /orang dan uang parkir Rp 1000. Kolam renag ini juga dilengkapi dengan kamar mandi dan ruang ganti pakaian serta warung kecil yang menjual makanan, minuman, cemilan dan perlengkapan mandi.

Bagi Anda pengunjung yang ingin berenang untuk perlu memperhatikan perlengkapan yang akan Anda seperti baju renang, kacamata renang dan bila perlu menggunakan tutup kepala, tutup hidung dan tutup telinga jika diperlukan. Dan untuk keluarga yang membawa anak-anak agar terus mengawasi anaknya supaya tidak pindah kolam ke kolam yang lebih dalam lagi. Bila perlu iringi anak Anda untuk berenang bersama-sama agar tetap dalam jangkauan.

kolam-renang-uny-jogjakarta

Kolam Renang UNY

Kolam ini juga selalu diawasi oleh pengawas keamanan, sehingga bila terjadi sesuatu hal yang tidak diinginkan sangat mudah untuk di ketahui oleh penjaga. Namun walaupun begitu kita harus selalu menjaga diri dan mengikuti aturan-aturan cara berenag yang baik agar terhindar dari kecelakaan.

Jika Anda tertarik untuk berkunjung perlu untuk memperhatikan waktu kunjung apalagi yang suka berenang di sore hari karena jam 18.00 kolam renang ini sudah tidak bisa dipakai lai atau sudah ditutup, sehingga 15 menit sebelum jam 18.00 sudah ada peringatan bahwa kolam renang tersebut akan segera ditutup. Dan biasanya pada saat kolam renang ditutup maka kamar mandi dan ruang ganti akan terjadi antrian panjang. Sehingga disarankan bagi Anda untuk lebih cepat bersiap-siap mandai sebelum ada peringatan untuk menghindari antrian.

Google Maps

On Instagram

Kolam Renang Indoor Tirta Sari Jalan Kaliurang, Yogyakarta

Kolam Renang Indoor Tirta Sari Jalan Kaliurang, Yogyakarta
8.4 (84%) 5 votes

kolam-renang-tirta-sari

Kolam Renang Tirta Sari

Kolam Renang Tirta Sari adalah salah satu kolam renang indoor yang ada di Jogjakarta. Kolam renag ini berlokasi di Jl. Kaliurang KM 9 atau lebih tepatnya di Kec. Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta. Kolam renang ini memiliki air yang cukup dingin sehingga memberikan sensasi yang sangat segar saat berenang. Kedalaman air di kolam ini berpariasi, mulai dari 1 meter hingga 3,5 meter dan memiliki luas sekitar 20×40 meter.

Baca Juga: Pemandian Tirta Budi atau Blue Lagoon

Selain kolam renag Indoor ditempat ini juga terdapat kolam renang outdor namun hanya memiliki kedalama sekitar 1 meter yang memang di khusukan untuk anak-anak yng ingin bermain air dan juga sebagai tempat belajar renang. Untuk jenis air yang ada di kolam renang Indoor sangat berbeda dengan kolam renang outdoor karena kolam renag Indoor memiliki air yang cukup dingin sedangkan kolam renag outdoor biasa-biasa saja. Apalagi di siang hari sangat jauh perbedaanya, air di kolam renag outdoor terkadang terasa hangat namun untuk air di kolam renang Indoor tetap dingin.

kolam-renang-tirta-sari-jakal

Kolam Renang Tirta Sari

Kolam Renang Tirta Sari ini juga tidak begitu ramai pengunjung, apalagi di hari kerja sehingga Anda tidak usah khawatir untuk berdesak-desakan saat berenang. Dan tempat ini juga sering dijadikan orang sebagai tempat belajar renang karena kedalaman airnya yang bervariasi sehingga sangat membantu bagi Anda yang ingin belajar renang.

Selain airnya yang bersih dingin dan segar kolam renag ini juga dilengkapi dengan dua tempat kamar mandi, tempat bilas dan ruang ganti pakaian yang berada disebelah barat dan depan pintu masuk. Terdapat juga sebuah kantin kecil yang menjual makanan, minuman, cemilan dan perlengkapan mandi. Sedangkan untuk tiket masuknya sediri masih harga standart yaitu sebesar Rp 8000 /orang dan ditambah uang pakir motor sebesar Rp 1000.

Jadi jika Anda tertarik untuk mengunjunginya sialahkan, pokonya kolam renag yan satu ini cukup recommended dan dijamin tidak akan menyesal. Untuk lokasinya sendiri cukup mudah untuk di akses karena masih dekat dengan jalan raya kaliurang. Untuk lebih jelasnya Andabisa melihat lokasi google maps dibawah ini :

 

Google Maps

On Instagram

Jalan Malioboro, Tempat Bernostalgia Paling Baper di Jogja

Jalan Malioboro, Tempat Bernostalgia Paling Baper di Jogja
9.9 (98.57%) 28 votes

malioboroYogyakarta atau banyak yang menyebutnya jogja terkenal sebagai pusat budaya dan seni di Indonesia, Selain digemari karena budaya Jawa-nya yang kental, Jogja juga terkenal destinasi wisata paling populer di Indonesia. Dan yang paling wajib di coba, Jika berkunjung ke Jogja wajib yakni mencicipi beberapa kuliner khas nya yaitu gudeg, sate klathak, nasi kucing angkringan dan masih banyak lagi.

Keistimewaan lainnya yang dimiliki Yogyakarta adalah sebagai gudang masyarakat terpelajar dari seluruh Indonesia. Bisa dikatakan bahwa Yogyakarta merupakan miniaturenya Indonesia karena terdapat keberagaman suku, agama, bahasa dan budaya yang berbeda – beda yang dibawa setiap pelajar dari berbagai pulau yang ada di Indonesia. Oleh karena itu Daerah Istimewa Yogkarta juga dikenal sebagai Kota Pelajar di Indonesia.

Tak sedikit orang yang merantau untuk kuliah ke Jogja banyak yang merindukan kembali masa – masa terindah saat menuntuk di kota ini. Namun kali ini kami menginformasikan tempat terbaik untuk mengenang masa masa kuliah  dulu di jogja yang tak asing lagi di kalangan mahasiswa yaitu Jalan Malioboro.

malioboro-street-signJalan Malioboro merupakan jalan di Kota Yogyakarta yang membentang dari Stasiun Tugu Yogyakarta hingga ke perempatan Kantor Pos Yogyakarta atau yang dikenal dengan Titik Nol Km Jogja. Setiap hari di jalan ini slalu di padati oleh wisatawan maupun warga yang menetap di jogja ” Mahasiswa”.

Malioboro merupakan kawasan pusat perbelanjaan yang legendaris dan merupakan salah satu kebanggaan warga kota Yogyakarta. Penamaan Malioboro berasal dari nama seorang anggota kolonial Inggris yang dahulu pernah menduduki Jogja pada tahun 1811 – 1816 M yang bernama Marlborough.

Malioboro terkenal sebagai tempat nongkrong dan sebagai tempat bernostalgia paling top yang dapat membuat Anda baper dan kangen terus jogja. Maka dari itu dimana si tempat yang paling buat Anda baper saat di malioboro? iya titik nol km jogja merupakan tempat terbaik nongkorng serta bertemu kangen dengan teman Anda saat berkulia di jogja. Tak sedikit juga wisatawan yang berkunjung ke jogja pasti merindukan jogja kembali setelah berkunjung ke malioboro.

Malioboro tempat terakhir yang perlu Anda kunjungi saat belibur di jogja, di sini Anda dapat menemukan bermacam macam oleh khas jogja. tak jauh dari jalan malioboro, banyak yang menyediakan penginapan murah yang pastinya tidak membuat kantong Anda kempes 😀

5 Masjid Bersejarah yang Ada di Yogyakarta

5 Masjid Bersejarah yang Ada di Yogyakarta
10 (100%) 2 votes

5-majid-bersejarah-di-kota-yogyakarta

5 Masjid Bersejarah

Kota Yogyakarta sangat terkenal sebagai pusat budaya dan seni di Indonesia, selain digemari karena budaya Jawa-nya yang kental. Jogja juga terkenal destinasi wisata paling populer di Indonesia. Dan yang paling wajib di coba, jika berkunjung ke Jogja wajib mencicipi beberapa kuliner khas nya yaitu gudeg, sate klathak, nasi kucing angkringan dan masih banyak lagi.

Tetapi, tidak hanya itu saja yang bisa Anda ketahui tentang Jogja, namun Jogja juga dikenal sebagai pusat perkembangan agama Islam. Sehingga tidak heran, jika banyak masjid-masjid bersejarah yang menyimpan berbagai cerita dari kejadian di masa lampau. Berbagai peristiwa tersebut terjadi pada masa lampau sehingga ceritanya dapat terangkum dalam bangunan masjid ini. Berikut adalah 5 daftar masjid tua yang bersejarah di Kota Jogja :

1. Masjid Gedhe Kauman

masjid-gedhe-kauma

Masjid Gedhe Kauman

Masjid Gedhe Kauman memiliki sejarah yang tidak bisa dilepaskan dari Kasultanan Kraton Yogyakarta yang merupakan kerajaan Islam dalam perundingan Giyanti pada tahun 1755. Berdirinya Masjid Gedhe Kauman ini setelah 18 tahun dibutnya perjanjian Giyanti.

Masjid Gedhe Kauman memiliki keistimewaan yaitu satu-satunya masjid raya yang ada di Indonesia yang berumur lebih dari 200 tahun dan menyimpan banyak sejarah ang ada di dalamnya. Arsitektur bangunan yang kental dengan nuansa kraton menjadi salah satu daya tarik tersendiri untuk dijadikan sebagai obyek wisata sejarah bagi wisatawan lokal maupun asing. Baca selanjutnya …

2. Masjid Syuhada

masjid-syuhada

Masjid Syuhada

Masjid Syuhada merupakan masjid pemberian dari Presiden Soekarno kepada para pejuang yang sudah bertempur di Jogja. Masjid ini didirikan pada tanggal 20 September 1952 setelah tujuh tahun Indonesia merdeka.  Masji diberi nama Masjid Syuhada (istilah Syuhada berarti mati syahid atau gugur dijalan Allah). Sebelumnya masjid ini memiliki nama lengkap Masjis Peringatan Syuhada, namun karena terlalu panjang untuk di uacapkan sehingga masjid ini disebut dengan Masjid Syuhada saja. Baca Selengkapnya…

3. Masjid Kotagede

masjid-kotagede

Masjid Kotagede

Masjid Kotagede mungkin sudah tidak asing lagi terdengar di telinga kita apalagi bagi Anda yang berdomisili di Jogja, salah satu masjid tertua yang ada di Kota Yogyakarta terletak di Kotagede dan usianyapun sudah cukup lama. Jika dibandingkan dengan Masjid Agung Kauman masjid ini masih jauh lebih tua, masjid ini berdiri sejak tahun 1640 an. Interior yang ada didalam masjid ini cukup unik dan menarik seperti mimbar khotbah yang di ukir terlihat sangat indah, bedug yang sudah berusia cukup lama hingga ratusan tahun lamanya serta tembok berperekat air aren. Baca Selengkapnya…

4. Masjid Pakualaman

Masjid Pakualaman Jogja

Masjid Pakualaman Jogja

Masjid Pakualaman adalah salah satu benda cagar budaya yang ada di yogyakarta dan di bangun oleh Paku Alam II pada abad XIX. Masjid Pakualaman ini berlokasi di Kauman Kecamatan Pakualam Kota Yogyakarta tepatnya di sebelah barat laut alun-alun Sewandanan yang berada di luar kompleks Puro.

Masjid Pakualaman tidak bisa dilepaskan dari intruksi Kasultanan Kraton Yogyakarta Sri Paku Alam I (Putra Sri Sultan Hamengku Buwono I) kepada KRT Natadiningrat atu Sri Paku Alam II yang merupakan kerajaan Islam dalam perundingan Giyanti pada tahun 1755. Intruksi ini diberikan atas dasar Titah sesuai dengan perang Diponegoro sehingga masjid ini didirikan pada tahun 1831 oleh Sri Paduka Paku Alam II. Baca Selengkapnya…

5. Masjid Sulthoni Plosokuning

masjid-jami-sulthoni-plosokuning

Masjid Sulthoni Plosokuning

Masjid Sulthoni Plosokuning ini tetak sekitar sembilan kilometer arah utara dari Kraton Yogyakarta tepatnya Jl. Plosokuning Raya No. 99, desa Minomartani, Kecamatan Ngaglik, Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta. Masjid ini berdiri di atas lahan seluas 2.500 m2 yang merupakan tanah milik kesultanan Yogyakarta dan luas bangunan sekitar 288 m2. Pada saat pembangunan masjid ini mengalami perluasan lahan hingga saat ini menjadi 328 m2. Baca Selengkapnya…

Itulah lima bangunan masjid bersejarah yang ada di Jogjakarta dan sangat sayang sekali jika Anda tidak mengunjungi berbagai masjid bersejarah tersebut pada saat berkunjung ke Kota Yogyakarta.

Sejarah Berdirinya Masjid Besar Pakualaman Kota Yogyakarta

Sejarah Berdirinya Masjid Besar Pakualaman Kota Yogyakarta
10 (100%) 1 vote

Masjid Pakualaman Jogja

Masjid Pakualaman

Masjid Pakualaman adalah salah satu benda cagar budaya yang ada di yogyakarta dan di bangun oleh Paku Alam II pada abad XIX. Masjid Pakualaman ini berlokasi di Kauman Kecamatan Pakualam Kota Yogyakarta tepatnya di sebelah barat laut alun-alun Sewandanan yang berada di luar kompleks Puro.

Masjid dengan luas 144 m2 memiliki empat buah serambi dengan luas 238 m2 dan juga terdapat sebuah prasasti yang berada disebelah utara masjid yang menunjukkan tahunan Jawa 1767 (1839 M) serta terdapat juga prasasti lain disebelah selatan yang menunjukkan tahun Jawa (1855 M) yang sampai saat ini masih diperdebatkan awal tahun yang mana yang merupakan awal didirikannya masjid tersebut.

Baca Juga: Menelusuri Sejarah Masjid Gedhe Kauman Yogyakarta

Masjid Pakualaman tidak bisa dilepaskan dari intruksi Kasultanan Kraton Yogyakarta Sri Paku Alam I (Putra Sri Sultan Hamengku Buwono I) kepada KRT Natadiningrat atu Sri Paku Alam II yang merupakan kerajaan Islam dalam perundingan Giyanti pada tahun 1755. Intruksi ini diberikan atas dasar Titah sesuai dengan perang Diponegoro sehingga masjid ini didirikan pada tahun 1831 oleh Sri Paduka Paku Alam II.

Pada saat Pangeran Natakusuma alias Paku Alam I meninggal dunia pada tahun 1829 kemudian digantikan oleh Sri Paku Alam II dan selanjutnya menjabat sebagai adipati merdeka di kadipaten Paku Alam dan Kadipaten Karang Kemuning.

masjid-pakualaman-jogja

Masjid Pakualaman

Kemudian pada tanggal 28 April 1931, penjajah Belanda mengadakan perjanjian terhadap Sri Paku Alam II mengenai wilayah kekuasaan yang menggantikan Sri Paku Alam I tentang tanah seluas 4000 cacah.

KPH Suryaningrat adalah seorang seniman ulung yang sangat terkenal. Setelah terjadinya perang Diponegoro, Paku Alam banyak seklai menghasilkan karya seni dan bahkan ia juga mengenalkan seni musik dan drama terbuka di kalangan kompleks Kraton dan masyarakat Yogyakarta.

Baca Juga: Sejarah Masjid Kotagede Yogyakarta

Selain mendirikan dan memimpin jamah di masjid Puro Paku Alam, GKP Paku Alam II juga menuliskan satra Serat Baratayudha dan Serat DewaRuci yang berisi tentang penjabaran dua kalimat syahadat dan sifat Allah yang dua puluh. Dalam proses pembangunan masjid Puro Paku Alam ditandai dengan adanya empat prasasti dimana dua prasasti bertulikan dalam huruf arab dan dua prasasti lainnya bertulisan dalam huruf jawa.

Link Lokasi Google Maps

Menelusuri Sejarah Masjid Gedhe Kauman Yogyakarta

Menelusuri Sejarah Masjid Gedhe Kauman Yogyakarta
10 (100%) 4 votes

masjid-gedhe-kauma

Masjid Gedhe Kauma

Masjid Gedhe Kauman memiliki sejarah yang tidak bisa dilepaskan dari Kasultanan Kraton Yogyakarta yang merupakan kerajaan Islam dalam perundingan Giyanti pada tahun 1755. Berdirinya Masjid Gedhe Kauman ini setelah 18 tahun dibutnya perjanjian Giyanti.

Masjid Gedhe Kauman memiliki keistimewaan yaitu satu-satunya masjid raya yang ada di Indonesia yang berumur lebih dari 200 tahun dan menyimpan banyak sejarah ang ada di dalamnya. Arsitektur bangunan yang kental dengan nuansa kraton menjadi salah satu daya tarik tersendiri untuk dijadikan sebagai obyek wisata sejarah bagi wisatawan lokal maupun asing.

Baca Juga : Masjid Kampus UGM, Masjid Kampus Terbesar di Asia Tenggara

Masjid Gedhe Kauman ini terletak tidak jauh dari Kraton Yogyakarta atau lebih tepatnya disamping alun-alun utara sebelah barat yang beralamat di Kampung Kauman, Kelurahan Ngupasan, Kecamatan Gondomanan, Kota Yogyakarta.

Jika di lihat dari bagian atap masjid, terliahat bahwa atapnya menggunakan sistem atap tumpang tiga dengan mustaka yang mengilustrasikan daun kluwih dan gahda. Dari sistem atap tumpang tiga ini memiliki makna kehidupan manusia yaitu, Syariat, Makrifat dan Hakekat. Dengan perubahan jaman masjid ini telah direnopasi dari bentuk aslinya terutama pada tahun 1867 saat itu telah terjadi telah terjadi gempa besar yang meruntuhkan bangunan asli serambi Masjid Gedhe Kauman di ganti dengan bangunan  material yang khusus diperuntukkan bagi bangunan kraton.

masjid-gedhe-kauma-jogja

Masjid Gedhe Kauma

Pesona yang dimiliki Masjid Gedhe Kauman tidak lepas dari beberapa keunika seperti salah satunya pemasangan batu kali putih pada dinding masjid yang tidak menggunakan semen dan unsur perekat. Penumpang bangunan masjid tersebut juga menggunakan katu jati utuh yang telah berusia 200 tahun leih.

Baca Juga : Masjid Syuhada Yogyakarta, Perpaduan Nasionalisme dan Nilai Islami

Konstruksi bangunan Masjid Gedhe Kauman sama halnya dengan masjid raya lainnya yang terdiri dari masjid induk dengan satu ruang utama sebagai tempat sholat. Terdapat juga maksura yang berada di samping kiri belakang mihrab yang terbuat dari kayu jati dan dilengkapi dengan tombak. Maksura disini difungsikan sebagai pengamanan atau perlindungan raja apabila Sri Sultan hendak melakukan sholat berjamaah di Masjid Gedhe Kauman.

Yang uniknya lagi terdapat sebuah mimbar dengan bentuk singgasana berundak yang dugunakan sebagai tempat khotip untuk menyampaikan khotbah Jumat. Mimbar ini juga terbuat dari kayu jati yang di ukir dengan hiasan berbentuk ornamen stilir tumbuh-tumbuhan dan bunga di prada emas.

Link lokasi google maps Masjid Gedhe Kauma

Masjid Syuhada Yogyakarta, Perpaduan Nasionalisme dan Nilai Islami

Masjid Syuhada Yogyakarta, Perpaduan Nasionalisme dan Nilai Islami
10 (100%) 1 vote

masjid-syuhada

Masjid Syuhada

Masjid Syuhada merupakan masjid pemberian dari Presiden Soekarno kepada para pejuang yang sudah bertempur di Jogja. Masjid ini didirikan pada tanggal 20 September 1952 setelah tujuh tahun Indonesia merdeka.  Masji diberi nama Masjid Syuhada (istilah Syuhada berarti mati syahid atau gugur dijalan Allah). Sebelumnya masjid ini memiliki nama lengkap Masjis Peringatan Syuhada, namun karena terlalu panjang untuk di uacapkan sehingga masjid ini disebut dengan Masjid Syuhada saja.

Baca juga : Sejarah Masjid Kotagede Yogyakarta Dan Keunikannya

Adapun yang menjadi simbol nasionalisme yang terlihat dari masjid ini seperti anak tangga yang berjumlah 17 menandakan taggal kemerdekaan Indonesia, kemudian gapura yang berbentuk segi delapan yang menandakan bulan kemerdekaan Indonesia dan kubah pertama yang berjumlah empat serta kubah atas yang berjumlah lima menandakan tahun kemerdekaan Indonesia.

Masjid Syuhada dirancang sedemikian rupa dengan memiliki tiga lantai dan menjadikan atap masjid sebagai puncak masjid yang terdapat kupel (mustoko). Dimana pada bagian tengah dijadikan sebagai tempat shalat dan pada bagian bawah digunakan sebagai perpustakaan dan kantor.

Masjid Syuhada sudah ditunjuk sebagai benda cagar budaya Jogja sejak tahun 2002 kemudian dijadikan sebagai tempat wisata religius. Di masjid ini juga sering dilakukan beragam kegiatan seperti belajar tentang ilmu pengetahuan hingga dakwah.

masjid-syuhada-yogyakarta

Masjid Syuhada

Masjid ini di bangun diatas lahan yang merupakan pemberian dari Sri Sultan Hamengku Buwono IX. Lahan lokasi pemberian dari Sri Sultan Hamengku Buwono IX ini terletak di sebelah timur Kali Code tepatnya diantara Jembatan Gondolayu dan Jembatan Kridonggo.

Terdapat beberapa alasan mengapa Masjid Syuhada ini didirikan, alasan yang pertama adalah dari yang bersifa khusus yaitu menjadikan masjid sebagai Masjid Jami’ yang dapat memenuhi kebutuhan Umat Islam beragama sebagai tempat beribadah kepada Allah SWT.

Baca Juga : Masjid Pathok Negara Sulthoni Plosokuning Yogyakarta

Kemudian alasan yang kedua adalah dari sifat umumnya yaitu menjadikan masjid sebagai monumen yang hidup dan memiliki manfaat untuk memperingati syuhada yang telah memperjuangkan bangasa serta mempertahankan kebenaran dan keadilan sebagai tanda mata peninggalan (kenang-kenangan) untuk Yogyakarta yang pernah dijadikan sebagai ibukota negara atau ibukota perjuangan.

Jika Anda tertarik untuk mengunjungi tempat wisata religius yang satu ini sangat gampang, karena lokasinya cukup mudah untuk di akses. Untuk mempermudah Anda menuju lokasi tersebut Anda bisa klik link lokasi google maps dibawah ini:

Link Lokasi Google Maps

Sejarah Masjid Kotagede Yogyakarta Dan Keunikannya

Sejarah Masjid Kotagede Yogyakarta Dan Keunikannya
10 (100%) 1 vote

masjid-kotagede

Masjid Kotagede Yogyakarta

Masjid Kotagede mungkin sudah tidak asing lagi terdengar di telinga kita apalagi bagi Anda yang berdomisili di Jogja, salah satu masjid tertua yang ada di Kota Yogyakarta terletak di Kotagede dan usianyapun sudah cukup lama. Jika dibandingkan dengan Masjid Agung Kauman masjid ini masih jauh lebih tua, masjid ini berdiri sejak tahun 1640 an. Interior yang ada didalam masjid ini cukup unik dan menarik seperti mimbar khotbah yang di ukir terlihat sangat indah, bedug yang sudah berusia cukup lama hingga ratusan tahun lamanya serta tembok berperekat air aren.

Anda akan disambut oleh dua batang pohon beringin jika berkunjung ke masjid tersebut yang dimanfaatkan sebagai tempat parkir. Beberapa komponen masjid masih asli dari pertamakalai masjid ini di bangun sehingga memberikan kesan kelasik. Jika Anda berkunjung ke Kotagede sangat sayang sekali jika tidak mampir ke salah satu masjid tertua tersebut.

masjid-kotagede-jogja

Masjid Kotagede Yogyakarta

Komleks pemakaman Raja Mataram juga tidak begitu jauh dari masjid Kotagede ini, sehingga wisatawan yang ingin berkunjung ke kompleks pemakaman bisa singgah terlebih dahulu di masjid ini. Berjalan menuju kompleks masjid wisatawan akan menemukan sebuah gapura yang memiliki bentuk seperti paduraksa. Kemudian tak jauh dari depan gapura tersebut terdapat sebuah tembok yang  memiliki bentuk seerti huruf L. Di sisi tembok tersebut terdapat beberapa gambar yang merupakan lambang dari kerajaan.

Gapura yang berbentuk paduraksa dan tembok yang berbentuk huruf L adalah  salah satu wujud toleransi dari Sultan Agung kepada warganya yang ikut membangun masjid tersebut akan tetapi masih memeluk agama Hindu dan Budha.

Baca Juga : Masjid Pathok Negara Sulthoni Plosokuning Yogyakarta

Apabila memasuki halam masjid maka akan Anda temui sebuah prasati yang memiliki tinggi sekitar tiga meter yang merupakan pertanda bahwa Paku Buwono pernah merenovasi masjid tersebut. Pada bagian dasar prasasti tersebut memiliki bentuk bujur sangkar sedangkan pada bagian puncaknya terdapat mahkota yang merupakan lambang Kasunanan surakarta dan juga terdapat sebuah jam pada sisi sebelah selatan prasasti yang dijadikan sebagai acuan waktu sholat.

Sehingga dengan adanya prasasti ini menunjukkan bahwa masjid ini telah mengalami duakali tahap pembangunan yakni pertama kali dibangun pada masa Sultan Agung namun dahulunya bangunan masjid ini berukuran kecil sehingga waktu itu masjid ini disebut sebagai Langgar. Kemudian dibangun lagi untuk kedua kalinya oleh Raja Kasunanan Surakarta, Paku Buwono ke X.

Apabila tertarik untuk berkunjung ke masjid tersebut Anda bisa melalui rute perjalanan melalui link lokasi google maps yang sudah kami sediakan dibawah ini :

Link Lokasi Google Maps

 

Masjid Pathok Negara Sulthoni Plosokuning Yogyakarta

Masjid Pathok Negara Sulthoni Plosokuning Yogyakarta
10 (100%) 1 vote

masjid-jami-sulthoni-plosokuning

Masjid Sulthoni Plosokuning

Masjid Sulthoni Plosokuning ini tetak sekitar sembilan kilometer arah utara dari Kraton Yogyakarta tepatnya Jl. Plosokuning Raya No. 99, desa Minomartani, Kecamatan Ngaglik, Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta. Masjid ini berdiri di atas lahan seluas 2.500 m2 yang merupakan tanah milik kesultanan Yogyakarta dan luas bangunan sekitar 288 m2. Pada saat pembangunan masjid ini mengalami perluasan lahan hingga saat ini menjadi 328 m2.

Masjid Pathok Negoro dibangun setelah berdirinya Masjid Agung Yogyakarta, sehingga bentuk Masjid Pathok Negoro tersebut memiliki kemiripan dengan Masjid Agung yang merupakan salah satu usaha legitimasi masjid milik Kesultana Yogyakarta. Kesamaan ini juga di ikuti beberapa komponen yang ada di dalamnya seperti mihrob, kentongan, dan beduk.

Masjid Pathok Negoro memiliki ciri dengan beratap tajuk dan 2 tumpang. Mahkota dari masjid ini juga memiliki kesamaa dengan Masjid Agung yakni sama-sama terbuat dari tanah liat dan atap terbuat dari sirap. Terjadinya perbedaan antara tumpang mejelaskan bahwa Masjid Pathok Negoro ini memiliki kedudukan yang lebih rendah dibandingkan dengan masjid Agung.

masjid-sulthoni-plosokuning

Masjid Sulthoni Plosokuning

Adapun yang menjadi ciri khas dari Masjid Pathok Negoro adalah terdapatnya kolam di sekeliling masjid yang dipenuhi dengan ikan dan juga terdapat pohon sawo kecil serta mimbar yang ada didalam masjid. Pada bagian gerbang pintu masuk dari Masjid Pathok Negoro ini terdapat beberapa undakan yang sengaja dibuat untuk menunjukkan beberapa hal seperti menunjukkan tiga elemen yakni Iman, Islam dan Ikhsan. Kemdian lima undakan ke-2 menunjukkan bahwa rukun Islam ada lima sedangkan enam undakan ke-3 bertujuan untuk menunjukkan bahwa rukun iman ada 6.

Dahulunya masjid ini tidak terurus namun berkat niat yang baik dari seorang Kyai Muthohar maka masjid ini dibangun kembali agar dapat di manfaatkan lebih baik. Masjid yang direnopasi pada tahun 1960 ini merupakan masjid peninggalan Sultan Hamengkubuwono I dan di bangun kembali pada masa Sri Sultan Hamengku Buwono IX.

Sebelum dilakukan pembangunan ulang, Kyai Muthohar terlebih dahulu meminta izin untuk Masjid Pathok Negoro Babadan kepada Sri Sultan Hamengku Buwono IX. Dan akhirnya Sri Sultan mengizinkan kemudian dilakukan proses pembangunan masjid tersebut. Berikut ini adalah link lokasi google maps dari Masjid Pathok Negoro Babadan :

Link Lokasi Google Maps